Harga Bahan Pokok Naik, Usaha Katering Tertekan

  • 15 Sep 2026 20:02 WIB
  •  Sintang

RRI.CO.ID, Sintang- Kenaikan harga bahan pokok di tengah kondisi kabut asap turut memberikan dampak bagi pelaku usaha katering di Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat. Kenaikan terjadi pada sejumlah bahan utama seperti cabai, sayuran, ayam, beras hingga kebutuhan kemasan makanan.

Nur Azizah, pemilik Dapur Mak Kurir, kepada RRI, Selasa, 15 September 2026, mengatakan kondisi tersebut membuat dirinya harus lebih cermat menentukan menu dan menghitung biaya produksi. Menurutnya, kenaikan harga berbagai kebutuhan usaha membuat keuntungan dari makanan yang biasanya dijual Rp15.000 menjadi semakin tipis.

“Selama kabut asap ini, menu-menu saya bikin bingung. Bingungnya mikirin menunya apa, karena harga sayur-sayuran, cabai, dan bahan pokok semuanya melonjak tinggi,” ujar Nur Azizah.

Ia menyebut harga cabai di Pasar Masuka mencapai sekitar Rp165.000 per kilogram, sementara harga di Pasar Tugu BI maupun Pasar Inpres belum diketahuinya secara pasti. Selain bahan makanan, harga kemasan seperti kotak makanan, box, dan bento juga mengalami kenaikan dalam waktu singkat.

Nur Azizah menuturkan, kenaikan harga kemasan bahkan dapat terjadi hanya dalam hitungan beberapa hari. Menurutnya, barang yang sebelumnya masih dapat dibeli dengan harga tertentu, dua hari kemudian bisa mengalami kenaikan sekitar Rp4.000 hingga Rp5.000 per pak.

Kondisi tersebut semakin terasa karena harga ayam, beras, sayuran, cabai dan bahan lainnya juga meningkat secara bersamaan. Sementara itu, biaya pengantaran pesanan ikut menjadi tantangan karena kebutuhan bahan bakar juga sulit diperoleh.

“Untuk harga jual seperti yang saya jual biasanya Rp15.000 itu hampir tipis banget, hampir nggak ada hitungannya. Ayam saja sudah naik, belum lagi beras, sayuran, cabai, packingannya, dan untuk pengantaran juga minyak susah,” katanya.

Meski menghadapi berbagai kendala, Nur Azizah tetap berusaha mempertahankan usahanya dengan memanfaatkan peluang pesanan untuk berbagai acara keluarga. Pesanan makanan kotak untuk acara lamaran, pernikahan, dan kegiatan lainnya menjadi salah satu sumber pemasukan yang membantu menutup biaya operasional katering.

Ia mengatakan kondisi tersebut menjadi pelajaran untuk tetap bersyukur dan mengambil hikmah dari setiap keadaan. “Kita punya usaha, Allah punya kuasa, alhamdulillah dikasih rezeki yang lain, dari pesanan acara-acara rumahan itu akhirnya bisa membantu menutupnya,” ucapnya.

Nur Azizah berharap kondisi kabut asap di Sintang segera berakhir sehingga masyarakat dapat kembali menikmati udara yang lebih sehat. Ia juga berharap hujan lebat yang bermanfaat segera turun dan mengingatkan masyarakat untuk tetap menjaga kesehatan selama kualitas udara masih terganggu.

“Saya setiap hari ngurir sana-sini pakai motor, ya Allah pedasnya mata, sakitnya menghirup udara ini. Semoga Tuhan menurunkan hujan yang lebat dan bermanfaat buat kita semua,” pungkasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....