Kerupuk Bunga Mak Moy, Kuliner Langka Khas Sintang
- 28 Mei 2026 18:18 WIB
- Sintang
RRI.CO.ID, Sintang - Di tengah banyaknya makanan modern yang bermunculan, Nurhayati, owner UMKM Langkau Mak Moy, tetap mempertahankan salah satu makanan tradisional khas yang kini mulai langka, yakni kerupuk bunga. Usaha yang dijalankannya saat ini memang menggunakan merek Langkau Mak Moy yang tergolong baru, namun proses pembuatan kerupuk bunga tersebut sejatinya sudah diwariskan turun-temurun dari orang tuanya sejak puluhan tahun lalu.
Menurut Nurhayati, resep kerupuk bunga yang ia produksi saat ini merupakan peninggalan almarhum orang tuanya. Ia mengaku sudah membantu membuat kerupuk bunga sejak lama. “Langkau Mak Moy baru sih, kalau pembuatan itu peninggalan almarhum. Sudah lama mungkin sekitar 20 atau 30 tahun kalau kerupuk bunganya,” ujarnya.
Ia mengatakan saat ini kerupuk bunga sudah sangat jarang ditemukan, bahkan di Kabupaten Sintang dirinya menjadi satu-satunya yang masih memproduksi makanan tradisional tersebut. “Sekarang kerupuk ini nggak ada yang bikin. Jadi di Sintang ini hanya saya sendiri yang bisa bikin,” katanya.
Nurhayati juga terus memikirkan inovasi baru agar kerupuk bunga semakin diminati masyarakat. Ke depan, ia berencana membuat variasi kerupuk bunga berbahan ikan lokal yang mudah didapat saat musim ikan tiba. “Saya kepengennya ada variasi baru kerupuk bunga dari ikan. Kalau sedang musim ikan, ikannya banyak jadi rencananya saya kasih ikan juga. Bisa ikan nila atau ikan-ikan lain seperti ikan tapah,” jelasnya.
Ia menambahkan, proses pembuatan kerupuk bunga masih dilakukan secara manual sehingga membutuhkan waktu cukup lama dalam setiap produksi. Dalam sehari, dirinya hanya mampu menyelesaikan satu kali produksi agar kualitas dan cita rasa tetap terjaga. Meski dikerjakan secara tradisional, Nurhayati berharap kerupuk bunga khas buatannya tetap dikenal masyarakat dan bisa menjadi salah satu kuliner khas Sintang yang terus lestari. (dby)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....