Abon Rebung, Potensi Jadi Produk Unggulan UMKM Sintang

  • 26 Mei 2026 08:32 WIB
  •  Sintang

RRI.CO.ID, Sintang - Potensi pengolahan rebung menjadi abon dinilai memiliki peluang besar untuk dikembangkan sebagai produk unggulan UMKM di Kabupaten Sintang. Selain bahan bakunya melimpah di sejumlah daerah pedalaman, olahan rebung juga dinilai memiliki ciri khas lokal yang dapat menjadi identitas kuliner daerah.

Salah satu pelaku UMKM yang mengembangkan produk tersebut adalah Mas Kusmawarni, owner Snack Langkau Dara Juanti. Kepada RRI Sintang dalam program UMKM Bicara, Senin, 25 Mei 2026, Mas Kusmawarni mengatakan dirinya menekuni usaha abon rebung karena melihat potensi bahan baku yang banyak tersedia di daerah pedalaman.

“Dulunya mudah didapat, kalau sekarang mungkin agak payah karena udah banyak dipotong. Jadi saya berinisiatif untuk bikin abon rebung itu, karena di daerah-daerah yang ke hulu sana kan banyak rebungnya dan tidak terpakai,” ujarnya.

Ia menjelaskan, ide tersebut kemudian dikembangkan bersama kelompok UMKM di Kelurahan Ulak Jaya. Setelah mengikuti berbagai pelatihan, mereka mulai mencoba mengolah rebung menjadi produk abon yang memiliki nilai jual lebih tinggi.

“Jadi saya inisiatif berpikir sebenarnya dengan kawan-kawan ini bikin abon rebungnya, bukan hanya saya sendiri. Karena kami UMKM di Kelurahan Ulak Jaya itu ada kelompok, kami bikin lah abon rebung itu. Jadi setelah pelatihan, yang maju mungkin saya sendiri untuk bikin abon rebungnya,” katanya.

Menurut Mas Kusmawarni, pengembangan usaha abon rebung juga menjadi upaya untuk mengajak pelaku UMKM lain tumbuh bersama dan memanfaatkan potensi pangan lokal yang ada di Sintang.

“Karena saya ingin membawa teman-teman juga untuk mengelola ini bersatu istilahnya mengangkat UMKM. Dan dibantu lah oleh mentor-mentor kami. Jadi terbentuklah UMKM yang mengolah abon rebung ini sehingga sekarang sudah dan baru mulai jalan,” tuturnya.

Ia menilai pelatihan yang sering diikuti pelaku UMKM turut membuka wawasan untuk menggali potensi makanan khas daerah menjadi produk yang lebih bernilai ekonomi.

“Karena sering ada pelatihan jadi membuka pikiran kita, apa sih yang bisa diangkat dari makanan daerah kita? Karena ini kan makanan khas daerah kita kan, jadi ciri khas kita,” pungkasnya. (dby)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....