Tingkatkan Kapasitas Nasabah, PNM Sintang Studi Banding ke Galeri Kain Pantang

  • 14 Apr 2026 19:19 WIB
  •  Sintang

RRI.CO.ID, Sintang – Permodalan Nasional Madani (PNM) Sintang menggelar kegiatan studi banding ke Galeri Kain Pantang Sintang pada Selasa, 14 April 2026. Sebanyak 12 nasabah PNM Sintang yang merupakan pelaku usaha binaan turut ambil bagian dalam kegiatan ini. Mereka mendapat pembekalan langsung dari Hetty Kus Endang, Direktur PT Galeri Kain Pantang Nusantara.

Kepala PNM Sintang, Alfin Tramara Arisyuhita, menyampaikan bahwa studi banding ini menjadi bagian dari upaya pemberdayaan nasabah, khususnya perempuan prasejahtera, agar usaha yang dijalankan dapat berkembang lebih baik.

“Selain memberikan pinjaman, kami juga memberikan modal intelektual untuk meningkatkan kompetensi nasabah, khususnya ibu-ibu prasejahtera, agar mampu meningkatkan perekonomian keluarga. Kami berharap melalui bimbingan Ibu Hetty, para nasabah bisa mendapatkan inspirasi dan ilmu yang dapat diterapkan dalam usaha mereka,” ujar Alfin.

BACA JUGA: UMKM Sintang Raih Penghargaan dari Bank Indonesia

Hal senada disampaikan Dian dari Divisi Pengembangan Kapasitas Usaha (PKU) PNM Sintang. Ia mendorong para peserta untuk memanfaatkan kesempatan tersebut dengan sebaik-baiknya dengan aktif bertanya dan menggali ilmu dari narasumber.

“Ibu-ibu, silakan belajar bersama Kak Hetty. Jangan ragu untuk bertanya bagaimana cara mengembangkan usaha agar bisa dikenal luas. Manfaatkan kesempatan ini sebaik mungkin agar usaha ibu-ibu semakin maju. Kita carikan orang-orang hebat yang bisa berbagi ilmu kepada ibu-ibu supaya usaha ibu-ibu nanti semakin maju,” kata Dian.

Sementara itu, Hetty Kus Endang membagikan sejumlah pengalaman dan pengetahuan praktis kepada peserta. Ia menekankan pentingnya pengelolaan keuangan usaha yang baik, strategi promosi, serta membangun branding agar produk memiliki daya saing di pasar.

BACA JUGA: Cegah Diklaim Daerah Lain, Pemkab Sintang Kawal HAKI Kain Pantang

“Hal yang paling sulit biasanya memisahkan keuangan usaha dan pribadi. Padahal ini sangat penting. Harus ada yang ditabung, untuk bayar pinjaman, dan untuk investasi. Selain itu, pelaku UMKM juga harus memahami strategi promosi dan branding. Sekarang banyak orang membuka usaha, tapi bagaimana membuat pelanggan kembali lagi, itu yang harus dipikirkan,” jelas Hetty.

Kegiatan studi banding ini diharapkan mampu memberikan wawasan baru sekaligus motivasi bagi para nasabah PNM Sintang untuk terus mengembangkan usaha mereka. Dengan bekal pengetahuan yang diperoleh, para peserta diharapkan tidak hanya mampu meningkatkan kualitas usahanya, tetapi juga memperkuat kemandirian ekonomi keluarga di masa mendatang. (dby)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....