UMKM Sintang Bidik Segregasi Dapur Industri
- 03 Feb 2026 09:23 WIB
- Sintang
RRI.CO.ID, Sintang: Pelaku usaha seni ukir pangan (Garnish), Yuni Sulastri, mengartikulasikan visi progresifnya untuk mentransformasi basis operasional usaha dari sektor domestik menuju industrialisasi. Hal tersebut ditegaskannya saat menjadi narasumber dalam dialog strategis "UMKM Bicara" di Studio Pro 1 LPP RRI Sintang, Senin, 2 Februari 2026.
Dalam rekam jejaknya, Yuni telah membuktikan resiliensi bisnis dengan mempertahankan eksistensi usaha sejak tahun 2000. Sebelum menancapkan pengaruh bisnisnya di Sintang, ia tercatat telah mengokohkan basis pelanggan selama 12 tahun di Kabupaten Melawi, sebuah durasi yang membuktikan konsistensi produknya.
Saat merespons inkuiri mendalam dari Host Pro 1 mengenai peta jalan usaha di masa depan, Yuni secara terbuka mengakui limitasi infrastruktur yang dimilikinya saat ini. Ia menyebut bahwa unit bisnisnya masih beroperasi dengan skema home-made dan belum memiliki gerai fisik yang representatif untuk skala bisnis yang terus berkembang.
"Menjawab pertanyaan terkait harapan ke depan, obsesi fundamental saya adalah membangun dapur industri yang tersegregasi (terpisah) total dari dapur rumah tangga. Pemisahan ini mutlak diperlukan agar sterilitas produksi tidak tercampur aktivitas domestik," tegas Yuni menguraikan rencana jangka panjangnya.
Menurutnya, transisi dari dapur residensial menuju fasilitas industri khusus merupakan langkah krusial untuk menjamin standardisasi mutu produk. Hal ini dinilai sebagai syarat utama jika ingin melakukan penetrasi pasar yang lebih masif dan profesional, melampaui citra usaha sampingan yang selama ini melekat.
Menutup diskursus tersebut, Yuni menekankan bahwa keberhasilan bisnis merupakan akumulasi dari perencanaan matang dan kekuatan spiritual. Ia mengajak para perintis usaha untuk mengabaikan sentimen negatif dan tetap memprioritaskan dukungan keluarga sebagai fondasi utama dalam menghadapi dinamika ekonomi.
(Arf)