Warga Sintang Keluhkan Kenaikan Bahan Bangunan dan Pangan

  • 22 Mei 2026 16:09 WIB
  •  Sintang

RRI.CO.ID,Sintang – Warga Kabupaten Sintang mengeluhkan kenaikan harga berbagai kebutuhan masyarakat yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir. Kenaikan tersebut dirasakan mulai dari bahan makanan pokok hingga material bangunan yang dinilai semakin memberatkan kondisi ekonomi masyarakat.

Di sejumlah pasar tradisional Junjung Buih dan Pasar Induk Masuka di Sintang, harga beberapa komoditas pangan seperti beras, cabai, gula pasir, minyak goreng, hingga daging mengalami kenaikan.

Selain itu, material bangunan seperti semen, pipa, kabel listrik, cat, dan bahan berbahan plastik lainnya juga ikut mengalami lonjakan harga.

Salah seorang pengusaha di Sintang Pujiono menyatakan, kenaikan harga barang bangunan cukup dirasakan memberatkan.

“ Bahan bangunan seperti semen naik rata rata 50 ribu persak, besi juga begitu naik rata rata 10 ribu perbatang, kondisi ini memberatkan kami sebagai pengusaha sehingga kami harus melakukan rekalkulasi dalam berbisnis,” katanya, jumat (22/5/2026).

Hal yang sama dikatakan Mohtar pengusaha kontruksi Sintang menurutnya beberapa pekerjaan cukup terkendala oleh kenaikan bahan material yang signifikan, menurutnya pemerintah perlu melakukan penyesuaian harga barang agar tidak merugikan kontraktor.

" Kenikan sangat terasa sekali seperti material besi,semen, pasir dan kayu , beberapa perjanjian kontrak memang harus dilakukan perubahan," ucapnya.

Salah seorang warga Sintang, Rina, mengaku kenaikan harga kebutuhan pokok sangat dirasakan oleh masyarakat kecil, terutama ibu rumah tangga. Menurutnya, pengeluaran rumah tangga terus meningkat sementara pendapatan tetap.

“Sekarang harga beras, cabai, minyak goreng semuanya naik. Belanja harian jadi lebih berat dibanding beberapa bulan lalu, hampir semua bahan makanan naik luar biasa, tapi kami harus tetap beli karena ini kebutuhan hidup,” ujarnya.

Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Sintang mencatat pada Februari 2026 terjadi inflasi year on year sebesar 5,12 persen di Kabupaten Sintang. Sementara pada April 2026, inflasi masih terjadi akibat kenaikan harga sejumlah komoditas seperti beras, bahan bakar rumah tangga, gula pasir, cabai rawit, dan daging sapi.

Pengusaha Sintang Pujiono Keluhkan Kenaikan Harga Material Bangunan di Sintang.// Foto rri.co.id

Kenaikan harga tersebut disebut dipengaruhi oleh meningkatnya harga BBM dan biaya distribusi barang. Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM Kabupaten Sintang mengakui kenaikan harga BBM dan gas berdampak langsung terhadap harga kebutuhan pokok di pasaran.

Secara nasional, asosiasi pengusaha bahan bangunan juga menyebut kenaikan harga material dipicu oleh meningkatnya harga plastik, LPG, serta biaya distribusi. Bahkan beberapa bahan bangunan mengalami kenaikan antara 10 hingga 40 persen. (fik)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....