Gaji Pas-Pasan, Tetap Gaul dengan Strategi Frugal Living Anak Muda 2026

  • 03 Mei 2026 07:56 WIB
  •  Sintang

RRI.CO.ID, Sintang - Keterbatasan gaji kerap menjadi alasan sebagian orang untuk mengurangi aktivitas sosial. Namun, tren frugal living atau hidup hemat menunjukkan bahwa menikmati waktu bersama teman tidak selalu harus mahal. Dengan strategi yang tepat, anak muda tetap bisa “gaul” tanpa harus khawatir keuangan jebol di akhir bulan.

Konsep utama dari gaya hidup ini adalah keseimbangan antara kebutuhan, tabungan, dan hiburan. Salah satu metode yang banyak digunakan adalah pembagian anggaran 60/20/20, yaitu mengalokasikan penghasilan untuk kebutuhan pokok, tabungan atau investasi, serta dana hiburan. Cara ini dinilai efektif untuk memastikan kebutuhan utama tetap aman sebelum uang digunakan untuk bersenang-senang.

Selain itu, memisahkan rekening juga menjadi langkah penting. Penggunaan dompet digital seperti GoPay atau OVO khusus untuk nongkrong dapat membantu mengontrol pengeluaran agar tidak bercampur dengan kebutuhan sehari-hari.

Kebiasaan sederhana seperti membawa bekal ke kantor juga terbukti ampuh menghemat pengeluaran. Dengan mengurangi biaya makan siang, sisa uang bisa dialokasikan untuk aktivitas sosial di luar jam kerja.

Di sisi lain, ada sejumlah trik agar tetap bisa berkumpul tanpa boros. Memilih tempat nongkrong yang terjangkau, seperti warkop modern atau kafe sederhana, menjadi pilihan yang semakin populer. Selain itu, memanfaatkan promo dan cashback dari aplikasi pembayaran digital dapat memberikan penghematan tambahan, meskipun nominalnya kecil.

Strategi lain yang banyak diterapkan adalah berbagi makanan atau minuman dengan teman. Bahkan, sebagian orang memilih makan terlebih dahulu di rumah sebelum pergi, sehingga saat nongkrong hanya perlu memesan minuman. Cara ini dinilai lebih hemat tanpa mengurangi kualitas kebersamaan.

Pengaturan frekuensi juga menjadi kunci. Nongkrong satu hingga dua kali dalam sebulan dengan kualitas interaksi yang baik dianggap lebih sehat secara finansial dibandingkan terlalu sering tetapi berujung stres karena pengeluaran.

Namun, pengendalian gaya hidup tetap menjadi faktor utama. Keberanian untuk mengatakan “tidak dulu” saat anggaran habis menjadi bagian dari kedewasaan finansial. Alternatif seperti berkumpul di rumah, taman kota, atau mengadakan potluck juga mulai diminati karena lebih ramah di kantong.

Yang tak kalah penting, para ahli keuangan mengingatkan untuk menghindari penggunaan fitur paylater atau utang konsumtif hanya demi gaya hidup. Kebiasaan ini berisiko menimbulkan beban finansial di bulan berikutnya.

Pada akhirnya, frugal living bukan berarti membatasi diri secara ekstrem, melainkan mengatur prioritas dengan bijak. Dengan pendekatan ini, generasi muda tetap dapat menikmati kehidupan sosial tanpa harus mengorbankan stabilitas keuangan di masa depan.

Sumber:

https://blog.bibit.id/blog-1/gaji-4-juta-habis-buat-nongkrong-ini-caranya-biar-nggak-boros

https://www.britishcouncilfoundation.id/english/articles/worrying-over-modest-pay

https://www.ruangmenyala.com/article/read/7-gaya-hidup-yang-ideal-untuk-gaji-pas-pasan

Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....