Dampak Cuaca Panas Kualitas Sayuran di Pasar Menurun

  • 04 Feb 2026 11:01 WIB
  •  Sintang

RRI.CO.ID, Sintang: Cuaca panas terik yang menyengat wilayah Kabupaten Sintang selama dua pekan terakhir mulai berdampak serius pada aktivitas perdagangan di Pasar Junjung Buih. Suhu udara yang tinggi membuat komoditas segar, terutama jenis sayuran daun dan cabai, menjadi sangat rentan rusak sebelum sampai ke tangan pembeli.

​Dampak cuaca ekstrem ini dirasakan langsung oleh Emelinsiana Bulo, salah satu pedagang sayur di kawasan pasar yang akrab disebut Pasar Inpres tersebut. Menurutnya, kondisi panas saat ini membuat pedagang dilematis karena sayuran seperti sawi dan bayam kualitasnya merosot drastis alias layu hanya dalam hitungan jam.

Tingginya risiko dagangan membusuk ini akhirnya memicu fluktuasi harga jual di pasaran kemaren, Selasa, 3 Februari 2026. Emelinsiana menyebut terjadi kenaikan harga di kisaran Rp1.000 hingga Rp1.800 untuk menutup potensi kerugian akibat barang yang terbuang percuma.

​"Sekarang bibi jadi jarang berani stok sayur banyak. Risikonya berat, kalau satu hari saja tidak laku terjual, besoknya barang itu sudah tidak bisa dijual lagi," ungkap Emelinsiana menceritakan tantangan berdagang di musim kemarau ini.

​Strategi membatasi stok dagangan kini terpaksa dipilih para pedagang Pasar Junjung Buih untuk menyiasati kerugian operasional. Mereka lebih memilih berjualan dengan porsi sedikit namun habis terjual, daripada menyetok dalam jumlah besar namun berakhir di tempat sampah akibat cuaca panas.

​Kondisi ini diprediksi masih akan berlanjut jika hujan tak kunjung turun membasahi Sintang. Warga diharapkan memaklumi kondisi sayuran yang mungkin tidak sesegar biasanya, mengingat para petani lokal pun kesulitan mendapat pasokan air yang cukup.

​(Arf)

Rekomendasi Berita