Takjub di Ketinggian 470 MDPL Puncak Bukit Luit

  • 27 Jul 2025 23:18 WIB
  •  Sintang

KBRN,Sintang; Perjalanan selama 25 menit dari Sintang menuju arah timur dengan jalan beraspal mulus membuat bukit luit menjadi track pendakian yang cukup digemari oleh para pendaki. Hanya berjarak sekitar 4 km dari batu monolit terbesar di Indonesia membuat bukit ini tampak bersebelahan dengannya.

Jalur pendakian yang terkadang terjal terkadang juga harus melawati semak semak dan pohon serta tanaman yang cukup mewarnai jauh mata memandang mendatangkan keingin mengungkapkan semua isi hati dan pikiran. Rasa rindu yang kuat, rasa pahit tentang terjalnya jalan kehidupan, seakan terluapkan dengan rasa lelah dan tubuh yang bercucuran keringat saat mandaki track indah dengan udara yang asri. Sesekali terlihat kantong semar menjalar di tegak berdirinya pepohonan. Salak hutan yang melambai-lambaikan pelepah saat diterpa angin gunung yang lembut seakan mengajak untuk beristirahat sejenak melepas penat, bertolak belakang dengan tulisan-tulisan dilintasan yang selalu membuat semangat menuju puncak. 5 menit lagi, naik sedikit 5 menit lagi, naik lagi 5 menit lagi, tulisan yang sama sekali tidak menggambarkan hal yang sesungguhnya membuat para pendaki pemula meluapkan emosi tawa, ceria bahkan caci dan amarah mesara dibohongi.

Ada beberapa camp untuk membangun tenda untuk para pendaki yang ingin bermalam di puncak bukit luit ini. Di camp dua, dibawah pepohonan membuat camp terasa nyaman dan aman. Bermalam 1 malam saja terasa sangat berarti. Di kedamaian alam, sunyi dari riuh polusi suara, yang terdengar hanya hembusan angin gunung di malam hari. Sesekali disambut suara kicauan burung, menciptakan malam panjang kental dengan kebersamaan pertemanan sambil menikmati perbekalan logistik seadanya.

Suasana pagi yang sangat menakjubkan, sinar cahaya sunrise dibalik bukit rentap dari arah timur bukit ini, menjanjikan keabadian momen yang tak terlewatkan oleh lensa kamera. bergerak sedikit ke arah selatan dari camp di pos 2 ada juga spot foto yang menakjubkan. Di ketinggian 470 MDPL tampak dari sisi barat puncak bukit luit, pemandangan gagahnya bukit kelam yang menawan, membentang luas membuat penikmatnya diam tanpa kata, menghela nafas penuh syukur bisa berada di tempat indah dengan ruang gerak terbatas. Di sekitaran sebuah pohon kecil, diapit pemandangan bukit kelam di sebelah barat dan bukit rentap di sebelah timur memaksa para pendaki berdiam ber-jam jam lamanya, mengingat susah senangnya hidup sembari menikmati udara segar dan indahnya alam anugerah Tuhan.

Para Pendaki memberi kesan terhadap perjalanan pendakian, Sindi terkesan dengan spot foto yang indah “hallo saya sindi usia 27 tahun bukit luit ini gak terlalu tinggi, cocok untuk pemula, suasananya di puncak indah ada spot foto yang cakep” ungkapnya. Dio menyukai track bukit ini yang tidak terlalu terjal “Aku Dio usia 21 tahun, bukit luit ini tracknya tidak terlalu terjal, jadi kalo ada temen yang pemula kita biasa ajak ke bukit ini”. Tukasnya. sementara Irgi berkesan dengan suasana pagi hari yang indah berselimut awan serta sunrise yang sangat indah “Aku Irgi 22 Tahun, bermalam di bukit ini terasa tenang, hanya ada kicauan burung dan angin saja. trus kalo pagi tu ada juga kicauan burung khas seakan menjadi alarm untuk kita bangun pagi melihat sunrise. nahh sunrise disini tu indah sekali. suasana paginya juga bisa melihat lautan awan tuh rasanya bahagia gitu”. jelasnya.

Keindahan puncak sebuah bukit memang menjanjikan kepuasan tersendiri bagi para pendaki. Menyuguhkan suasana favorit yang ditunggu-tunggu oleh masing2 pendaki. Dari proses perjalanan pendakian hingga sampai di puncak bukit sangat mendatangkan kebahagiaan yang terkadang tak terungkapkan namun dapat di rasakan. Mari kita rasakan sensasi kebahagiaan mendaki, ingat bagi para pendaki pemula untuk perhatikan keamanana dan keselamatan serta banyaklah mempelajari tentang apa itu pendakian dan standarisasi keamanannya.RMD

Sumber :

Pengalaman Mendaki Rahmad Iam

manjaentertainment.com

Rekomendasi Berita