Makna Adil Ka’ Talino Bacuramin Ka’ Saruga Basengat Ka’ Jubata

  • 29 Apr 2026 11:55 WIB
  •  Sintang

RRI.CO.ID, Sintang - Budayawan Dayak Kanayant, Hendiyono hadir dalam program acara Ragam Budaya Dayak Kananyant menjelaskan Arti dan makna Adil ka’ talino Bacuramin ka’ Saruga Basengat ka’ Jubata bagi dayak kanayant pada Selasa, 28 April 2026. Dalam kesempatan tersebut, ia memaparkan secara mendalam arti dan makna semboyan hidup masyarakat Dayak Kanayant tersebut. Semboyan ini telah lama menjadi pedoman nilai dan etika dalam kehidupan sosial serta spiritual masyarakat Dayak Kanayant di Kalimantan Barat.

Hendiyono menjelaskan bahwa frasa Adil ka’ talino mengandung makna penting tentang keadilan dalam hubungan antarmanusia. Kata adil berarti tidak memihak sementara talino berarti manusia. Dengan demikian semboyan ini mengajarkan untuk bersikap adil terhadap sesama manusia baik dalam tindakan, perilaku maupun sikap sehari-hari. Nilai ini juga mencerminkan keadilan sosial yang menekankan kejujuran, kesetaraan, serta sikap tidak diskriminatif dalam berinteraksi. “artinya adil terhadap sesama manusia. Adil dalam bersikap adil dalam bertindak bahkan adil dalam berprilaku sesama umat manusia," katanya.

Lebih lanjut ia menguraikan makna Bacuramin ka’ Saruga yang juga memiliki filosofi mendalam. Bacuramin berarti bercermin atau merefleksikan diri terhadap perilaku, sedangkan Saruga atau Subayan merujuk pada tempat terbaik yang diidamkan manusia yakni surga. Hendiyono menegaskan bahwa frasa ini mengandung pesan agar setiap tindakan, ucapan dan perilaku manusia senantiasa mencerminkan nilai-nilai kebaikan, kejujuran serta kemuliaan akhlak layaknya kehidupan yang damai dan sejahtera di surga. “Jadi bacuramin ka’ saruga bisa diartikan atau dimaknai segala sesuatu yang kita lakukan tindakan, prilaku, ucapan manusia yang harus berlandaskan nilai-nilai kebaikan, nilai-nilai kejujuran dan kemuliaan akhlak atau yang mencerminkan damai sejahtera di surga," jelasnya.

Sementara itu Basengat ka’ Jubata diartikan sebagai pengakuan akan ketergantungan manusia kepada Sang Pencipta. Kata basengat bermakna bernapas atau hidup sedangkan Jubata merujuk pada Tuhan Yang Maha Esa sebagai penguasa langit dan bumi. Makna yang terkandung di dalamnya adalah bahwa selama manusia masih hidup ia harus menyadari sepenuhnya bahwa hidupnya bergantung pada kehendak Tuhan serta menjunjung tinggi nilai religius tanggung jawab moral dan kerendahan hati.

Kini semboyan Adil ka’ talino Bacuramin ka’ Saruga Basengat ka’ Jubata semakin dikenal luas oleh masyarakat. Selain sebagai pedoman hidup ungkapan ini juga kerap digunakan sebagai salam pembuka dalam berbagai acara resmi maupun kegiatan adat. Hal ini menunjukkan bahwa nilai-nilai luhur budaya Dayak Kanayant tetap hidup dan relevan dalam kehidupan modern. (RMD)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....