Ngamik Semengat Padi Budaya Gawai Tutup Tahun

  • 28 Apr 2026 16:48 WIB
  •  Sintang

RRI.CO.ID - Sintang, Program acara Ragam Budaya Dayak Desa yang disiarkan di studio Programa 1 RRI Sintang mengangkat tema Budaya Ngamik Semengat Padi Saat Gawai Tutup Tahun Pada Suku Dayak Desa pada Minggu, 29 Maret 2026. Acara ini menghadirkan budayawan Dayak Desa Hendrikus Julung sebagai narasumber yang memberikan pemaparan mendalam mengenai salah satu tradisi penting dalam siklus pertanian masyarakat Dayak Desa.

Dalam siarannya Hendrikus Julung menjelaskan bahwa dalam tradisi Dayak Desa terdapat gawai pasca panen yang disebut sebagai gawai tutup tahun. Gawai ini merupakan bagian dari siklus bercocok tanam yang memiliki tahapan-tahapan tertentu. “Ada gawai pasca panen namanya artinya gawai tutup tahun. Jadi ada siklus dalam bercocok tanam artinya dalam pertanian ada siklusnya dan salah satunya ngamik padi itu sebagai ritual terakhir ketika panen raya”. Katanya.

Ia menuturkan bahwa budaya ngamik semengat padi berawal dari kisah turun-temurun pada masa awal manusia mulai berladang. Tradisi ini berkaitan erat dengan kepercayaan masyarakat terhadap keberadaan roh atau semangat pada tanaman padi yang diyakini harus dihormati agar kehidupan tetap seimbang dan hasil panen tetap baik di masa mendatang.

Lebih lanjut, Hendrikus Julung menceritakan asal-usul kisah tersebut. Dikisahkan seorang manusia pergi ke ladang untuk mencari sayur-sayuran. Saat berada di ladang ia mendengar suara tangisan yang sangat banyak namun ketika dilihat ke sekeliling tidak ada seorang pun. Setelah diperhatikan dengan saksama suara tangisan itu ternyata berasal dari padi yang tertinggal di ladang. Padi yang tertinggal tersebut tumbuh kembali dan dikenal dengan sebutan sempurai.

Dalam cerita tersebut pemilik ladang kemudian berdialog dengan padi yang menangis. Padi tersebut mengungkapkan kesedihannya karena tidak dibawa pulang serta menyatakan bahwa asal-usul padi juga berasal dari manusia sehingga memiliki roh atau semengat. Selain kisah tersebut, ada pula kepercayaan yang datang melalui mimpi bahwa padi harus diperlakukan dengan penuh hormat. Berdasarkan cerita-cerita inilah kemudian lahir tradisi ngamik semengat padi yang hingga kini masih dilaksanakan dalam rangkaian gawai tutup tahun oleh masyarakat Dayak Desa.RMD

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....