Permainan Tradisional Meriam Karbit Semarakkan Ramadan hingga Idulfitri
- 23 Mar 2026 14:05 WIB
- Sintang
RRI.CO.ID, Sintang - Tradisi permainan meriam karbit masih terus dilestarikan oleh masyarakat Melayu, khususnya di tepian Sungai Kapuas. Permainan tradisional ini menjadi salah satu ciri khas yang selalu hadir untuk menyemarakkan suasana Ramadan hingga menjelang Hari Raya Idulfitri.
Salah satu budayawan Melayu asal Kelurahan Kapuas Kiri Hilir, Cik Mastur, yang juga merupakan anggota kelompok meriam karbit Laksamana Diva, menyampaikan bahwa tradisi ini telah ada sejak dirinya masih kecil dan terus berkembang hingga sekarang.
“Alhamdulillah, kalau masalah menembak meriam karbit ini di bagian tepian Sungai Kapuas ini, dari saya masih kecil itu memang sudah ada dimainkan meriam karbit ini. Kalau dulu, waktu jaman saya masih kecil, itu masih menggunakan papan, papan dibikin persegi empat panjang, kemudian biasanya ditanam di dalam tanah. Itu caranya untuk menembakkan meriam itu,” ujarnya.
Seiring berjalannya waktu, bahan pembuatan meriam karbit pun mengalami perubahan. Cik Mastur menjelaskan bahwa setelah beranjak dewasa, masyarakat mulai menggunakan batang pohon enau, bahkan balok kayu yang diambil dari hutan sebagai bahan utama meriam. Kini, masyarakat mulai menggunakan bahan yang lebih modern seperti paralon dan drum, yang dinilai lebih praktis.
“Sekarang ini sudah mulai agak maju sedikit lah. Jadi menggunakan paralon serta drum,” jelasnya.
Tradisi meriam karbit tidak hanya sekadar permainan, tetapi juga menjadi simbol kebersamaan dan identitas budaya masyarakat Melayu. Dentuman meriam yang menggema di sepanjang sungai menjadi tanda semaraknya bulan suci Ramadan serta bentuk suka cita menyambut Hari Raya Idulfitri.
Melalui tradisi ini, masyarakat berharap warisan budaya lokal tetap terjaga dan dapat terus diwariskan kepada generasi muda, sehingga nilai-nilai kebersamaan dan kearifan lokal tidak hilang ditelan zaman. (din)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....