Mudik Lebaran antara Tradisi, Perjalanan dan Kerinduan Pulang Kampung

  • 15 Mar 2026 19:15 WIB
  •  Sintang

RRI.CO.ID, Sintang – Menjelang Hari Raya Idulfitri, satu tradisi yang selalu dinanti oleh masyarakat Indonesia adalah mudik. Jalanan mulai dipadati kendaraan, terminal dan stasiun menjadi lebih ramai, sementara bandara dipenuhi para perantau yang ingin kembali ke kampung halaman. Bagi banyak orang, mudik bukan sekadar perjalanan, tetapi juga perjalanan emosional untuk kembali bertemu keluarga.

Tradisi mudik sendiri sudah menjadi bagian dari budaya masyarakat Indonesia sejak lama. Kata “mudik” sering diartikan sebagai pulang ke kampung halaman untuk berkumpul bersama keluarga saat Lebaran. Tradisi ini umumnya dilakukan oleh masyarakat yang merantau ke kota besar untuk bekerja atau menempuh pendidikan.

Fenomena mudik paling terasa di kota-kota besar seperti Jakarta yang menjadi pusat aktivitas ekonomi. Menjelang Lebaran, jutaan orang meninggalkan kota tersebut untuk kembali ke berbagai daerah di Indonesia. Perjalanan pulang ini sering kali memakan waktu berjam-jam, bahkan hingga berhari-hari, terutama bagi mereka yang menggunakan kendaraan pribadi.

Bagi para perantau, mudik bukan hanya tentang pulang secara fisik, tetapi juga tentang kerinduan terhadap suasana kampung halaman. Bertemu orang tua, menikmati makanan khas daerah, hingga berkumpul bersama kerabat menjadi momen yang sangat dinantikan setiap tahunnya.

Tradisi mudik juga membawa dampak sosial dan ekonomi yang cukup besar. Banyak daerah yang biasanya sepi menjadi lebih hidup karena kedatangan para perantau. Aktivitas ekonomi lokal pun meningkat, mulai dari sektor transportasi, kuliner, hingga pariwisata.

Meski perjalanan mudik sering diwarnai kemacetan atau antrean panjang, semangat untuk pulang tetap tidak pernah surut. Bagi banyak orang, perjalanan jauh tersebut terasa sepadan dengan kebahagiaan yang menanti di kampung halaman.

Pada akhirnya, mudik menjadi simbol kuat dari nilai kekeluargaan dalam budaya Indonesia. Tradisi ini mengingatkan bahwa sejauh apa pun seseorang merantau, selalu ada satu tempat yang akan menjadi tujuan pulang—yakni rumah dan keluarga.

Referensi:

https://www.detik.com/jogja/berita/d-8397194/sejarah-tradisi-mudik-di-indonesia-sudah-ada-sejak-tahun-1970-an

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....