Kenalkan Budaya sejak dini, TK Santa Maria Kunjungi Galeri Kain Pantang

  • 13 Mar 2026 14:48 WIB
  •  Sintang

RRI.CO.ID, Sintang - Anak-anak TK Santa Maria Sintang berkunjung ke Galeri Kain Pantang pada Jumat, 13 Maret 2026 untuk mengenal lebih dekat kain tenun ikat khas Sintang yang dikenal dengan sebutan kain pantang. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkenalkan budaya lokal kepada anak-anak sejak usia dini.

Kepala Sekolah TK Santa Maria Sintang, Puji Hartini, mengatakan kunjungan tersebut bertujuan mengenalkan berbagai jenis kain tenun ikat kepada para siswa sekaligus memberi pengalaman belajar langsung mengenai proses pembuatannya.

“Hari ini kami berkunjung ke Galeri Kain Pantang untuk memperkenalkan kepada anak-anak sejak dini berbagai macam jenis kain tenun ikat khas Sintang atau kain pantang. Di sini anak-anak dikenalkan apa saja bahan-bahan pembuatan kain pantang, bagaimana pewarnaannya dan berbagai proses lainnya,” ujarnya.

BACA JUGA : Peluncuran Sekolah Budaya Kain Pantang di Sintang

Selain mendapatkan penjelasan mengenai kain pantang, anak-anak juga mengikuti kegiatan kreatif dengan membuat berbagai bentuk kerajinan menggunakan kawat bulu. Dalam kegiatan tersebut, para orang tua turut berpartisipasi mendampingi anak-anak saat berkreasi.

Owner Galeri Kain Pantang Sintang, Hetty Kus Endang, menyampaikan bahwa pihaknya menyambut baik kunjungan tersebut karena sejalan dengan tujuan Galeri Kain Pantang dan Rumah Belajar Kain Pantang dalam mengenalkan budaya lokal kepada generasi muda.

“Kami merasa kunjungan ini sangat positif, karena Galeri Kain Pantang memiliki sekolah budaya untuk mengenalkan kepada adik-adik sejak usia dini tentang budaya yang ada di Kabupaten Sintang, termasuk kain pantang yang merupakan bagian dari wastra nusantara,” katanya.

BACA JUGA : UMKM Sintang Raih Penghargaan dari Bank Indonesia

Ia menjelaskan, melalui kegiatan tersebut anak-anak diperkenalkan dengan berbagai tahapan pembuatan kain pantang, mulai dari proses pewarnaan alami, alat tenun tradisional, hingga berbagai produk turunan kain pantang.

“Ini penting agar anak-anak sejak dini mengetahui proses pembuatan kain pantang, mengenal pewarnaan alami, alat tenun tradisional, serta produk turunannya. Kegiatan ini juga bisa menjadi cara mengalihkan anak-anak dari penggunaan handphone dengan membuat karya kreatif seperti gantungan kunci, kacamata, bando dan anting-anting,” jelas Hetty.

Hetty juga mengapresiasi antusiasme para siswa, guru, serta orang tua yang ikut mendampingi selama kegiatan berlangsung. Menurutnya, kegiatan kreatif tersebut juga baik untuk melatih motorik anak-anak.

BACA JUGA : Dorong Ekonomi Kreatif, Pelajar Sintang Ciptakan Cinderamata Kain Pantang

“Kami juga berterima kasih kepada TK Santa Maria yang sudah memilih Galeri Kain Pantang sebagai wisata budaya sekaligus pusat kekayaan intelektual budaya yang ada di Sintang,” tambahnya. (dby)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....