Belanja tanpa Belanja, Benarkah Bikin Stres Reda?

  • 02 Okt 2026 17:08 WIB
  •  Sintang

RRI.CO.ID, Sintang- Keranjang penuh, saldo aman. Siapa yang relate? Bagi sebagian orang, membuka aplikasi belanja online, melihat-lihat barang, memasukkan beberapa produk ke keranjang, lalu menutup aplikasi tanpa checkout justru bisa menjadi hiburan kecil di tengah rasa penat.

Kebiasaan ini bisa disebut sebagai “belanja tanpa belanja”, karena aktivitasnya terasa seperti berbelanja, tetapi tidak sampai terjadi transaksi. Ada yang memasukkan pakaian, sepatu, skincare, peralatan rumah tangga hingga barang-barang lucu yang sebenarnya belum tentu dibutuhkan.

Dilansir dari Journal of Consumer Psychology, penelitian Scott I. Rick, Beatriz Pereira, dan Katherine A. Burson menunjukkan bahwa aktivitas membuat pilihan ketika berbelanja dapat membantu mengurangi kesedihan karena proses memilih dapat memberikan kembali rasa kendali kepada seseorang. Penelitian yang diterbitkan pada 2014 tersebut menggunakan tiga eksperimen dan menemukan bahwa membuat keputusan dalam konteks belanja dapat membantu meredakan rasa sedih, termasuk ketika pilihan yang dibuat bersifat hipotetis.

Artinya, rasa senang saat memilih barang tidak selalu harus berakhir pada tombol “Beli Sekarang”. Proses melihat pilihan, membandingkan harga, menentukan barang yang disukai, lalu memasukkannya ke keranjang sudah bisa menjadi bagian dari aktivitas yang memberikan pengalaman memilih.

Penelitian Nitika Garg dan Jennifer S. Lerner yang diterbitkan dalam Journal of Consumer Psychology juga menemukan bahwa rasa sedih berkaitan dengan perasaan tidak berdaya, sedangkan kesempatan untuk membuat pilihan dapat meningkatkan rasa kendali dan mengurangi dampak tersebut. Temuan ini menunjukkan bahwa unsur pilihan dalam aktivitas konsumsi memiliki hubungan dengan kondisi emosional, meskipun penelitian tersebut tidak secara khusus menguji kebiasaan memasukkan barang ke keranjang tanpa checkout.

Sementara itu, tidak checkout setelah memasukkan barang ke keranjang juga merupakan perilaku yang cukup kompleks dalam belanja online. Penelitian terbaru yang diterbitkan European Journal of Marketing pada 2026, berdasarkan meta-analisis 72 studi, menunjukkan bahwa keputusan meninggalkan keranjang dapat dipengaruhi berbagai faktor, termasuk persepsi risiko, biaya, dan ketidaknyamanan dalam proses transaksi.

Jadi, kalau isi keranjang sudah puluhan barang tetapi tidak ada satu pun yang dibeli, tidak perlu langsung merasa bersalah. Bisa jadi, yang dicari bukan barangnya, melainkan kesenangan dari proses memilih dan membayangkan barang tersebut menjadi milik kita.

Namun, “belanja tanpa belanja” tetap perlu dilakukan secara bijak. Selama hanya melihat-lihat dan tidak membuat pengeluaran yang tidak diperlukan, aktivitas tersebut bisa menjadi hiburan sederhana, tetapi jika mulai memicu pembelian impulsif atau mengganggu keuangan, justru dapat menimbulkan masalah baru.

Pada akhirnya, keranjang belanja online ternyata tidak selalu berakhir di kasir. Kadang-kadang, keranjang hanya menjadi tempat menitipkan keinginan, sementara saldo rekening tetap aman dan kita pulang membawa satu hal yang tidak kalah penting yaitu sedikit hiburan dari rutinitas.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....