Seberapa Sering Karpet di Rumah Perlu Dibersihkan?

  • 30 Sep 2026 20:18 WIB
  •  Sintang

RRI.CO.ID, Sintang – Karpet dapat membuat ruangan terasa lebih nyaman sekaligus memberikan tampilan yang menarik. Namun, karena bersentuhan langsung dengan penghuni rumah dan lantai, karpet juga mudah menjadi tempat berkumpulnya debu, kotoran, bulu hewan, hingga alergen.

Karena itu, karpet perlu dibersihkan secara rutin. Frekuensi pembersihannya dapat disesuaikan dengan kondisi rumah dan seberapa sering karpet digunakan.

Untuk perawatan rutin, karpet sebaiknya dibersihkan menggunakan penyedot debu sekitar satu hingga dua kali dalam seminggu. Cara ini membantu mengurangi debu dan kotoran yang menumpuk di permukaan maupun sela serat karpet.

Sementara itu, pembersihan secara mendalam dapat dilakukan secara berkala, umumnya sekitar 12 hingga 18 bulan sekali. Pembersihan mendalam bertujuan mengangkat kotoran dan noda yang tidak dapat dibersihkan hanya dengan penyedot debu.

Namun, frekuensi tersebut dapat menjadi lebih sering jika karpet berada di area dengan aktivitas tinggi. Karpet yang setiap hari digunakan untuk berkumpul atau sering dilewati banyak orang dapat dibersihkan secara mendalam setiap enam hingga 12 bulan.

Kehadiran hewan peliharaan juga perlu menjadi pertimbangan. Hewan berbulu dapat membawa debu dan kotoran dari luar serta meninggalkan bulu di permukaan karpet. Jika terjadi noda akibat urine atau tumpahan cairan, segera bersihkan agar tidak meninggalkan bau dan noda yang sulit dihilangkan.

Bagi keluarga yang memiliki anggota dengan alergi atau asma, kebersihan karpet juga perlu mendapat perhatian lebih. Karpet yang menyimpan debu dan alergen dapat mengganggu kenyamanan orang yang sensitif. Dalam kondisi tersebut, pembersihan dapat dilakukan lebih sering sesuai kebutuhan.

Karpet yang berada di rumah dengan paparan asap rokok juga membutuhkan perawatan lebih intensif. Asap dapat meninggalkan bau dan residu pada berbagai permukaan, termasuk serat karpet.

Selain kondisi lingkungan, jenis dan warna karpet turut memengaruhi frekuensi pembersihan. Karpet dengan warna terang biasanya lebih mudah menunjukkan noda, sedangkan jenis serat tertentu dapat lebih mudah menangkap debu dan kotoran.

Setelah dicuci atau dibersihkan secara mendalam, pastikan karpet benar-benar kering sebelum kembali digunakan. Karpet yang masih lembap sebaiknya tidak langsung diinjak karena dapat kembali kotor dan berisiko menimbulkan masalah akibat kelembapan.

Membersihkan karpet secara rutin bukan hanya membuat ruangan terlihat lebih bersih, tetapi juga membantu menjaga kenyamanan penghuni rumah serta memperpanjang usia penggunaan karpet. (Lin)

Referensi:

https://www.detik.com/properti/tips-dan-panduan/d-6980608/seberapa-sering-karpet-harus-dibersihkan-ini-jawabannya

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....