Fakta Unik di Balik Warna Biru yang Kita Lihat di Langit

  • 30 Sep 2026 15:35 WIB
  •  Sintang

RRI.CO.ID, Sintang - Saat melihat langit pada siang hari yang cerah, warna biru menjadi pemandangan yang biasa kita lihat. Namun, pernahkah Anda bertanya mengapa langit terlihat berwarna biru, bukan putih seperti warna cahaya Matahari?

Warna langit berkaitan dengan cahaya Matahari dan atmosfer Bumi. Cahaya Matahari yang terlihat putih sebenarnya terdiri dari berbagai warna, seperti merah, jingga, kuning, hijau, biru, hingga ungu.

Ketika cahaya Matahari memasuki atmosfer, cahaya tersebut bertemu dengan molekul udara. Cahaya dengan panjang gelombang lebih pendek, terutama biru, lebih mudah tersebar ke berbagai arah dibandingkan cahaya merah. Proses penyebaran cahaya ini dikenal sebagai hamburan Rayleigh.

Itulah sebabnya ketika melihat ke berbagai arah di langit pada siang hari, mata kita lebih banyak menerima cahaya biru yang telah tersebar di atmosfer.

Kenapa Matahari Bisa Berwarna Merah Saat Terbenam?

Pemandangan berbeda dapat terlihat ketika Matahari mulai terbenam. Saat berada dekat cakrawala, cahaya Matahari harus melewati lapisan atmosfer yang lebih panjang sebelum sampai ke mata kita.

Dalam perjalanan tersebut, sebagian besar cahaya biru lebih dahulu tersebar. Cahaya dengan panjang gelombang lebih panjang, seperti merah dan jingga, kemudian lebih dominan sehingga Matahari dan langit di sekitarnya dapat terlihat berwarna kemerahan.

Jadi, warna langit yang kita lihat sebenarnya merupakan hasil interaksi antara cahaya Matahari dan atmosfer Bumi. Warna tersebut dapat berubah tergantung waktu, posisi Matahari, kondisi atmosfer, serta keberadaan partikel di udara. (Lin)

Referensi:

https://www.detik.com/jabar/berita/d-6713678/penjelasan-ilmiah-di-balik-warna-langit

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....