Pelaku Usaha Kuliner Sintang Keluhkan Harga Bahan Masakan Melonjak

  • 30 Sep 2026 07:53 WIB
  •  Sintang

RRI.CO.ID - Sintang, Para pemilik usaha di bidang kuliner di Kabupaten Sintang mengeluhkan kenaikan harga sejumlah komoditas sayur dan bahan masakan di tengah kondisi usaha yang sulit menaikkan harga jual. Kenaikan harga tersebut dirasakan semakin membebani pelaku usaha karena harga jual produk harus tetap disesuaikan dengan kemampuan konsumen. Keluhan ini disampaikan Yuniar Ningsih Assistant Brand Manager Kawah Barokah Catering by Manja Entertainment serta Titik pemilik warung makan dan sayur jadi Mbak Titik di Jalan Kelam Tugu Beji Sintang, Selasa, 29 September 2026.

Yuniar mengatakan musim kemarau yang melanda Sintang dalam tiga bulan terakhir turut berpengaruh terhadap harga sejumlah bahan masakan seperti sayur, cabai dan berbagai bumbu. Kondisi tersebut membuat dirinya kesulitan mengatur anggaran belanja yang telah ditetapkan. “Ya kita kan belanja sudah dialokasikan dananya sekian dari bos, ketika di lapangan berbeda jadi harus minta lagi ke bos, itupun sering membengkak biayanya. Ya mau gimana lagi, bos bilang nggak ada untungnya kalau gini. Sementara saya minta naikkan harga jual, bos bilang nggak mudah”. Katanya.

Keluhan serupa disampaikan Titik yang mengaku kenaikan harga cabai, sayuran dan bumbu masakan sangat menyulitkan keberlangsungan usahanya. Menurutnya harga beli bahan yang meningkat tidak dapat langsung diikuti dengan kenaikan harga jual karena sebagian pelanggan tetap ingin berbelanja dengan nominal terjangkau. “Aduh benar-benar sangat ngeluh saya dengan sekarang semua barang-barang mahal apalagi sayur yang harganya melonjak tinggi, bumbu-bumbu. Sementara orang belanja tahunya cuma beli Rp5.000. Gimana dengan belanjaan yang mahal seperti ini, kita harus gimana? Kadang-kadang kita bingung harga jual tetap sementara bahannya melonjak tinggi”. Ujarnya.

Titik berharap kenaikan harga bahan masakan tersebut segera berakhir sehingga harga komoditas dapat kembali normal dan kegiatan usahanya berjalan seperti biasa. Ia mengaku keuntungan yang diperoleh saat ini sangat tipis dan sebagian besar hanya cukup untuk memutar kembali modal belanja. Kondisi tersebut membuat pelaku usaha kuliner harus semakin cermat mengatur pengeluaran agar tetap dapat memenuhi kebutuhan pelanggan tanpa mengorbankan keberlangsungan usaha.RMD

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....