Bupati Sintang Menyampaikan Harapan Masyarakat Sintang Kepada Pihak Pertamina

  • 28 Sep 2026 20:23 WIB
  •  Sintang

RRI.CO.ID - Sintang, Bupati Sintang Gregorius Herkulanus Bala mewakili masyarakat menyampaikan harapan kepada pihak Pertamina agar menindaklanjuti tingginya harga Bahan Bakar Minyak (BBM) di tingkat pengecer yang mencapai Rp18.000 per liter di Sintang. Harapan tersebut disampaikan Bupati Sintang Bala saat terhubung melalui sambungan telepon bersama Fuel Terminal Manager Sintang Risky Firmansyah dalam Program Acara Bupati Menyapa di Programa 1 Radio Republik Indonesia (RRI) Sintang Kamis, 24 September 2026.

Bala mengatakan masyarakat dapat memahami apabila terjadi kelangkaan atau BBM cepat habis akibat adanya ketidakseimbangan antara permintaan dan ketersediaan. Namun menurutnya persoalan yang sulit diterima masyarakat adalah ketika BBM bersubsidi dijual dengan harga yang jauh lebih tinggi di tingkat pengecer. Ia berharap harga BBM di lapangan tetap berada dalam batas kewajaran dan tidak jauh dari harga yang semestinya. “Satu harapan dari masyarakat kepada Pertamina, kalau masalah barang cepat habis karena antara permintaan dan penawaran masyarakat bisa memahami. Tetapi kalau masalah harga naik berlebihan, ini yang susah diterima karena barang ini barang subsidi”. Katanya. Ia menegaskan harapan tersebut disampaikan sebagai bentuk aspirasi masyarakat dan seluruh pengguna BBM di Kabupaten Sintang agar dapat ditindaklanjuti oleh pihak Pertamina.

Menanggapi hal tersebut Fuel Terminal Manager Sintang Risky Firmansyah menjelaskan bahwa harga BBM di SPBU telah memiliki ketentuan yang harus dipatuhi. Menurutnya untuk produk BBM bersubsidi SPBU tidak diperbolehkan menaikkan harga di luar ketentuan yang berlaku. Apabila ditemukan adanya penyalahgunaan atau pelanggaran oleh oknum SPBU, Pertamina melalui fungsi Retail dapat melakukan pengawasan dan mengambil tindakan sesuai aturan yang berlaku. “izin Bapak, Secara regulasi aturan itu tidak boleh menaikkan harga apalgi terkait produk subsidi itu sudah ada aturannya Bapak. Nanti kalau memang ada SPBU oknum yang ada penyalahgunaan itu bisa ditindak oleh Pertamina Ritail gitu Bapak yang langsung pengawasan ke SPBU yang terdaftar Pertamina Bapak”. Jelasnya.

Bupati Sintang berharap komunikasi tersebut dapat ditindaklanjuti Pertamina dengan jajarannya khususnya dalam melakukan pengawasan terhadap harga BBM di SPBU. Ia menilai persoalan harga BBM tidak hanya berdampak pada pengguna kendaraan tetapi juga dapat berpengaruh terhadap biaya transportasi, harga kebutuhan masyarakat, dan kondisi inflasi di daerah. “Kalau harga ini sangat naik, membuat ekonomi tinggi, biaya kita lalu tinggi, jadi inflasi tinggi juga. Ini yang kasihan dengan masyarakat”. Ujarnya.RMD

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....