Bintang Radio RRI Sintang Dorong Pelestarian Bahasa dan Lagu Daerah
- 17 Sep 2026 09:05 WIB
- Sintang
RRI.CO.ID - Sintang, Lagu daerah merupakan salah satu kekayaan budaya yang dimiliki Indonesia. Dengan jumlah suku bangsa yang mencapai lebih dari 1.300 suku Indonesia memiliki keragaman bahasa daerah yang menjadi ciri khas setiap suku. Salah satunya adalah bahasa Dayak yang berkembang di Pulau Kalimantan meliputi lima provinsi di Kalimantan serta wilayah Sarawak, Sabah dan Brunei Darussalam. Keberagaman tersebut menjadi kebahagiaan sekaligus kekayaan bangsa yang harus terus dijaga dan dilestarikan. Hal tersebut disampaikan Kepala RRI Sintang,Muhammad Fauzi Noor dalam sambutannya pada malam pemilihan Bintang Radio Indonesia RRI Sintang putaran kedua yang digelar di Aula RRI Sintang Selasa, 15 September 2026.
Ia mengatakan keberadaan bahasa daerah tidak hanya menjadi alat komunikasi tetapi juga merupakan identitas dan ciri khas suatu bangsa maupun suku. Karena itu keberagaman bahasa daerah perlu mendapat perhatian agar tetap hidup dan diwariskan kepada generasi berikutnya.
“Kalau kita lihat jumlah suku bangsa di negara kita ini mencapai lebih dari 1300 suku bangsa. Tentu kita harus memiliki juga banyak bahasa daerah dan di antaranya bahasa Dayak yang berada di Pulau Kalimantan. Lima provinsi Kalimantan ditambah dengan Sarawak, Sabah, dan Brunei. Suatu kebahagiaan tersendiri bagi kita semua. Karena kita memiliki bahasa yang beragam ini sekaligus merupakan ciri khas bangsa dan ciri khas suku kita”. Katanya.
Ia mencontohkan kondisi sejumlah bahasa Dayak di Kalimantan Selatan yang kini terancam punah. Menurutnya bahasa Dayak Berangas merupakan salah satu bahasa yang penuturnya semakin sedikit karena sebagian besar penuturnya merupakan masyarakat lanjut usia. Kondisi tersebut terjadi salah satunya karena generasi muda mulai meninggalkan bahasa daerah dan lebih memilih menggunakan bahasa yang dianggap lebih kekinian dalam kehidupan sehari-hari. “Yang saya ketahui daerah saya di Kalimantan Selatan itu bahasa Dayak Berangas itu sudah hampir punah. Penuturnya hanya mereka-mereka yang sudah berusia lanjut. Kenapa maaf hampir punah? Karena generasi muda selanjutnya tidak mau lagi menuturkan bahasa Dayak. Mereka lebih menyukai bahasa kekinian. Nah, jangan sampai itu terjadi”. Ucapnya.
Muhammad Fauzi Noor menegaskan kondisi serupa hendaknya tidak terjadi pada bahasa-bahasa daerah lainnya di Indonesia. Menurutnya pelestarian bahasa daerah membutuhkan keterlibatan generasi muda agar bahasa tersebut tetap digunakan dan tidak sekadar menjadi bagian dari catatan sejarah. Upaya mempertahankan bahasa daerah juga dapat dilakukan melalui berbagai kegiatan kebudayaan termasuk memperkenalkan dan membawakan lagu-lagu daerah kepada masyarakat luas.
Ia menambahkan penyelenggaraan Bintang Radio Indonesia khususnya dengan hadirnya lagu-lagu daerah menjadi salah satu bentuk kepedulian RRI terhadap keberadaan bahasa daerah di Indonesia. Dengan ratusan bahasa daerah dan beragam variasinya termasuk bahasa Dayak dan bahasa Jawa yang memiliki banyak ragam, Indonesia memiliki kekayaan budaya yang luar biasa. Melalui ajang Bintang Radio RRI diharapkan dapat turut menjadi bagian dalam menjaga, memperkenalkan dan melestarikan bahasa serta lagu daerah sebagai warisan budaya bangsa.RMD
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....