Warga Tugu Jam Buat Sumur Bor untuk Bantu Padamkan Karhutla
- 07 Sep 2026 08:29 WIB
- Sintang
RRI.CO.ID, Sintang – Keterbatasan sumber air membuat warga Tugu Jam, Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat, mengambil inisiatif membangun sumur bor secara swadaya. Sumber air tersebut disiapkan untuk membantu warga dan petugas pemadam kebakaran menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang hingga kini belum juga reda.
Kebakaran di kawasan Tugu Jam telah berlangsung hampir sebulan. Warga bersama petugas pemadam masih berjibaku memadamkan api, terutama pada lahan yang didominasi gambut. Karakteristik lahan gambut membuat api sulit dikendalikan dan dapat kembali muncul meskipun kobaran di permukaan telah padam.
Di tengah kondisi tersebut, persoalan sumber air menjadi salah satu kendala utama. Warga pun berinisiatif mencari sumber air sendiri dengan membuat sumur bor agar proses pemadaman tidak terus bergantung pada pasokan air dari luar kawasan.
Warga Tugu Jam, Herlina, mengatakan gagasan membuat sumur bor muncul karena warga menyadari bahwa ketersediaan air merupakan kebutuhan utama dalam menghadapi kebakaran.
“Karena memang alasan dari pemadam itu kita tidak punya sumber air. Karena tidak punya sumber air tadi, kita berpikirlah bumi ini kan masih menyediakan air. Sehingga bagaimana manusia ini mencari ke mana sumber air itu, dibuatlah sumur bor,” ujar Herlina.
Menurut Herlina, sumur bor tersebut dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan air warga sekaligus membantu petugas pemadam kebakaran yang melakukan penanganan di sekitar kawasan Tugu Jam.
Sebelum adanya sumur bor, warga tetap berusaha membantu memadamkan api menggunakan peralatan sederhana. Ember hingga semprotan rumput digunakan untuk menyiram titik-titik api maupun area yang masih mengeluarkan asap.
“Dengan sumur bor ini, nggak ada pemadam kebakaran pun, kita sudah berusaha. Biarpun cuma pakai semprotan rumput, cuma pakai ember, airnya ada,” katanya.
Herlina menilai keberadaan sumber air di dekat lokasi kebakaran sangat penting. Dengan tersedianya air, warga dapat bergerak cepat ketika menemukan kembali titik api atau asap yang muncul dari dalam lahan gambut.
“Jadi nggak ada alasan tidak ada pemadaman karena nggak ada sumber air,” tegas Herlina.
Persoalan kekurangan sumber air dalam penanganan karhutla di Kabupaten Sintang diamini oleh Brigade Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Dalkarhutla) UPT KPH Sintang Timur, Juni. Ia melaporkan kebakaran di Kelurahan Rawa Mambok yang juga berada di kawasan Tugu Jam Sintang semakin membesar namun petugas kekurangan sumber air untuk memadamkannya.
“Apinya sudah membesar. Ini di wilayahnya, titik apinya di Desa Rawa Mambok. Tapi kita keterbatasan sumber air, tidak ada,” ujar Juni.
Kondisi tersebut memperlihatkan betapa pentingnya sumber air dalam penanganan karhutla. Karena itu, Herlina berharap upaya warga melalui pembangunan sumur bor dapat menjadi salah satu dukungan nyata bagi petugas yang bekerja di lapangan.
Ia juga berharap para petugas pemadam dibekali peralatan pemadaman yang memadai sehingga dapat bekerja lebih maksimal menghadapi kebakaran yang berlangsung cukup lama.
Selain peralatan darat, Herlina berharap bantuan dari negara luar berupa pesawat water bombing yang direncanakan untuk membantu penanganan karhutla dapat segera ditempatkan di Sintang.
Menurutnya, dukungan tersebut sangat dibutuhkan mengingat kebakaran belum sepenuhnya teratasi dan asap semakin pekat sehingga mulai mengganggu kehidupan masyarakat.
“Warga sudah sangat tersiksa dengan asap yang semakin pekat,” ujarnya.
Bagi warga Tugu Jam, sumur bor bukan sekadar sumber air, tetapi menjadi bentuk gotong royong masyarakat untuk ikut mengambil peran dalam menghadapi karhutla. Ketika sumber air terbatas, warga memilih mencari solusi sendiri agar pemadaman tetap dapat dilakukan dan api tidak terus meluas. (dby)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....