Eksperimen Ilmiah Paling Aneh yang Melibatkan Hewan
- 28 Agt 2026 09:33 WIB
- Sintang
RRI.CO.ID, Sintang – Dalam sejarah ilmu pengetahuan, tidak semua eksperimen yang melibatkan hewan dirancang dengan pertimbangan etika yang memadai. Beberapa di antaranya memperlihatkan betapa jauhnya ilmuwan bisa terdorong oleh rasa ingin tahu, ambisi, atau kepentingan tertentu, hingga menghasilkan eksperimen yang dinilai aneh atau bahkan keliru.
Mengutip ThoughtCo, berikut tiga eksperimen ilmiah paling kontroversial dan tidak biasa yang pernah dilakukan terhadap hewan.
Kambing Penghasil Sutra Laba-Laba (2010)
Memanen sutra dari laba-laba merupakan pekerjaan yang sangat tidak efisien, sebab laba-laba berukuran sangat kecil dan sifat teritorialnya memaksa setiap individu dipelihara secara terpisah. Sebagai solusi, peneliti dari University of Wyoming pada 2010 menyisipkan gen laba-laba yang bertanggung jawab memproduksi sutra ke dalam genom kambing. Hasilnya, populasi kambing betina menghasilkan untaian sutra laba-laba dalam air susu mereka. Para peneliti menegaskan bahwa secara fisik dan perilaku, kambing-kambing tersebut tidak berbeda dari kambing biasa.
Sel Otak Manusia dalam Tubuh Tikus (2023)
Peneliti dari University of Rochester Medical Center berhasil mentransplantasikan sel glial manusia (sel yang berfungsi melindungi dan mengisolasi neuron) ke dalam otak tikus. Setelah ditransplantasikan, sel-sel tersebut berkembang menjadi astrosit, sel berbentuk bintang yang memperkuat koneksi antarneuron. Astrosit manusia memiliki ukuran yang jauh lebih besar daripada astrosit tikus dan mampu membentuk ratusan kali lebih banyak koneksi neural. Tikus-tikus tersebut kemudian menunjukkan peningkatan kemampuan memori dan kognitif yang terukur dibandingkan dengan kelompok kontrol. Berdasarkan hasil ini, peneliti merencanakan tahap berikutnya menggunakan tikus raksasa yang secara alami lebih cerdas daripada tikus biasa.
Gajah dan LSD (1962)
Pada 1962, seorang psikiater dari Oklahoma City School of Medicine menyuntikkan 297 miligram LSD ke seekor gajah muda bernama Tusko—lebih dari seribu kali dosis tipikal yang pernah diberikan pada manusia. Dalam beberapa menit, Tusko sempoyongan, jatuh ke tanah, mengalami kejang epileptik, dan buang air besar. Dalam upaya menyelamatkannya, peneliti menyuntikkan dosis besar antipsikotik yang justru mengakibatkan Tusko mati seketika. Makalah yang kemudian diterbitkan di jurnal ilmiah Nature secara mengejutkan menyimpulkan bahwa LSD "berpotensi berguna dalam pengendalian gajah di Afrika."
Ketiga eksperimen ini menjadi bagian dari diskusi panjang tentang di mana seharusnya batas antara eksplorasi ilmiah dan tanggung jawab terhadap makhluk hidup yang tidak bisa memberikan persetujuan mereka sendiri.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....