Damkar Sintang Tangani Sarang Tawon Vespa Affinis di Dua Lokasi Sekaligus

  • 25 Agt 2026 16:06 WIB
  •  Sintang

RRI.CO.ID - Sintang, Petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Sintang membantu warga menangani sarang tawon di dua lokasi sekaligus yakni di Gang Binjai Kelurahan Tanjung Puri Sintang dan di Jalan M. Saad tepatnya di samping eks bangunan Kantor Pertanahan pada Senin malam, 24 Agustus 2026. Penanganan tersebut dilakukan melalui operasi tangkap tawon (OTT) untuk mengamankan sarang tawon yang dinilai membahayakan warga sekitar.

Salah satu anggota tim Damkar Sintang Pemula Pemadam Kebakaran Amanudin mengatakan Tawon yang ditangani diketahui berjenis Vespa affinis atau yang dikenal masyarakat sebagai tawon endas. Jenis tawon ini perlu diwaspadai karena sengatannya dapat menimbulkan reaksi berbahaya terlebih jika seseorang tersengat dalam jumlah banyak. Dalam kondisi tertentu sengatan tawon tersebut bahkan dapat mengancam keselamatan jiwa. “tawon malam ini berjenis tawon vespa affinis atau tawon endas ,tawon ini sangat berbahaya jika tersengat dalam jumlah banyak bisa mengakibatkn kematian”. Katanya. Karena itu keberadaan sarang tawon di sekitar permukiman maupun fasilitas umum perlu segera ditangani oleh petugas yang memiliki perlengkapan dan keahlian.

Ia Menambahkan eksekutor dalam penanganan malam itu terdiri dari Amanudin dan Novianus Data dengan Komandan Tim Dasri Kurniawan. Dalam operasi tersebut petugas menggunakan APD lengkap, karung, kapas, tangga, scrap, jet spray, senter serta pertalite. Amanudin menjelaskan metode yang dinilai cukup efektif adalah menggunakan APD lengkap kemudian membasahi kapas dengan pertalite dan menutup lubang keluar masuk pada sarang. Setelah didiamkan sekitar tiga hingga lima menit hingga suara gemuruh tawon menghilang sarang kemudian diambil menggunakan karung dan scrap. “Metode yg terbaik dan efisien Gunakan APD lengkap kemudian jenis tawon ini biasa pada sarang ada lubang kluar masuk tawon,basahkan kapas dengan pertalite kemudian tutup pada lobang sarang tawon,diamkan kisaran 3 sampai dengan 5 menit setelah suara gemuruh hilang baru kita ambil sarang nya dengan karung dan scrap”. Jelasnya.

Pihaknya terus mencari teknik penanganan yang paling baik dan efisien terhadap tawon Vespa affinis. Menurutnya ke depan tidak menutup kemungkinan tawon tersebut justru dapat dilepas kembali ke habitatnya atau bahkan dikembangkan agar memberikan manfaat. Sementara itu penanganan terhadap lebah madu berbeda dengan tawon vespa. Jika ditemukan lebah madu petugas berupaya menangkap dan memindahkannya ke kawasan hutan agar dapat berkembang biak dengan baik sekaligus menjaga manfaat madu bagi masyarakat.RMD

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....