Dosa yang Tidak Terlihat namun Perlahan Menghancurkan Pahala

  • 26 Agt 2026 19:39 WIB
  •  Sintang

RRI.CO.ID - Sintang, Dosa yang Tidak Terlihat namun Perlahan Menghancurkan Pahala menjadi tema bahasan dalam Program Mutiara Pagi Islam Pro 1 RRI Sintang menghadirkan Ustadz Suryadin di Studio Pro 1 RRI Sintang Senin, 24 Agustus 2026. Dalam kajiannya, Ustadz Suryadin mengatakan bahwa manusia cenderung menilai seseorang berdasarkan apa yang tampak sementara Allah SWT melihat apa yang ada di dalam hati dan niat setiap hamba.

Ustadz Suryadin menjelaskan ketika manusia melihat seseorang bersedekah, Allah SWT melihat alasan di balik sedekah tersebut. Begitu pula ketika seseorang membantu orang lain, Allah melihat untuk siapa bantuan itu diberikan dan ketika seseorang berdakwah, Allah SWT mengetahui apa yang sebenarnya dicari dalam aktivitas tersebut. “Manusia itu biasanya melihat apa yang tampak, apa yang dia lihat itu yang dia nilai, sementara Allah SWT melihat apa yang ada di hati seseorang”. Katanya. Menurutnya setiap amal harus dilandasi keikhlasan dan semata-mata mengharapkan ridha Allah SWT.

Dalam kajiannya Ustadz Suryadin juga menyampaikan kisah yang diriwayatkan Rasulullah SAW tentang tiga orang yang secara lahiriah tampak sebagai pribadi yang sangat baik. Mereka adalah orang yang meninggal karena berjuang di jalan Allah SWT, orang yang berilmu serta membaca dan mengajarkan Al-Qur’an, dan orang yang banyak bersedekah. Namun ketika mereka menghadap Allah SWT keadaan mereka justru berbeda dari apa yang diperkirakan manusia. Salah seorang yang pertama kali diadili adalah orang yang meninggal dalam perjuangan. Ketika Allah SWT mengingatkan berbagai nikmat yang telah diberikan kepadanya dan menanyakan apa yang telah dilakukannya dengan nikmat tersebut, ia menjawab bahwa dirinya telah berjuang di jalan Allah hingga meninggal dalam keadaan syahid.

Namun Ustadz Suryadin menegaskan bahwa amal besar tersebut ternyata tidak bernilai di hadapan Allah SWT karena niat yang menyertainya. Allah SWT menyatakan bahwa orang tersebut berdusta karena perjuangannya bukan semata-mata untuk Allah melainkan agar dirinya disebut sebagai pemberani dan pahlawan. Ia pun mendapatkan balasan atas niatnya tersebut. “Masalahnya adalah hatinya, masalahnya adalah niatnya. Ia berjuang bukan semata-mata untuk membela Allah SWT namun ingin disebut sebagai pemberani”. Jelasnya. Melalui kisah tersebut ia mengajak para pendengar untuk senantiasa memeriksa dan meluruskan niat dalam setiap amal karena amalan yang terlihat besar di mata manusia belum tentu bernilai di sisi Allah SWT apabila tidak dilakukan dengan ikhlas.RMD

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....