Kabut Asap Memburuk, Sejumlah Sekolah di Sintang Liburkan Aktivitas Belajar
- 23 Agt 2026 14:28 WIB
- Sintang
RRI.CO.ID,Sintan-Sejumlah sekolah di Kabupaten Sintang Kalimantan Barat meliburkan aktivitas belajar mengajar bagi peserta didik menyusul kondisi cuaca yang kian memburuk akibat kabut asap. Salah satunya SD Pancasetya 1 Sintang yang telah mengeluarkan pemberitahuan kepada orangtua siswa melalui pamflet yang disebarkan di media sosial pada Rabu, 19 Agustus 2026. Kebijakan tersebut diambil sebagai langkah antisipasi terhadap kondisi udara yang dinilai tidak mendukung aktivitas siswa di lingkungan sekolah.
Dalam pamflet tersebut pihak SD Pancasetya 1 Sintang menyampaikan bahwa kegiatan belajar di sekolah diliburkan mulai 20 Agustus hingga 25 Agustus 2026. Peserta didik dijadwalkan kembali mengikuti aktivitas pembelajaran di sekolah pada 26 Agustus 2026. “Pengumuman Selamat siang Bapak dan Ibu, mengingatkan kondisi udara yang sudah tidak baik maka anak anak melaksanakan belajar dari rumah (BDR) yang akan dimulai tanggal 20 sampai 25 agustus 2026. masuk kembali tanggal 26 agustus 2026. atas perhatiannya kami ucapkan terima kasih”. Tulisnya. Kebijakan ini menjadi bentuk perhatian pihak sekolah terhadap keselamatan dan kesehatan peserta didik di tengah kondisi kabut asap yang menyelimuti wilayah Sintang.
Kondisi tersebut semakin mengkhawatirkan setelah informasi dari BMKG yang dirilis pada Jumat, 21 Agustus 2026 pukul 07.00 Wib menunjukkan bahwa kondisi cuaca akibat kabut asap di Sintang telah mencapai status berbahaya. Kepala Stasiun Meteorologi Kelas II Tebelian Sintang Dharmawan Wahyu Adhi melaporkan hasil pengamatan titik panas atau hotspot pada 18 hingga 19 Agustus 2026. Dari hasil pemantauan tersebut tercatat 157 titik panas dengan 131 titik berada pada tingkat kepercayaan menengah dan 20 titik memiliki tingkat kepercayaan tinggi. “untuk pengamatan titik panas atau hotspot tanggal 18 sampai 19 Agustus 26 bahwa terdapat 157 titik di mana 131 titik dengan tingkat kepercayaan menengah dan 20 titik dengan tingkat kepercayaan tinggi”. Katanya.
Sementara itu hasil pengamatan kualitas udara pada 18 hingga 19 Agustus 2026 dilakukan menggunakan peralatan Particulate Matter (PM) 2,5 yang berada di Stasiun Meteorologi Tebelian Sintang. Data tersebut menjadi salah satu indikator dalam melihat kondisi kualitas udara di wilayah Sintang akibat kabut asap. Dengan memburuknya kondisi tersebut langkah peliburan aktivitas sekolah dinilai menjadi salah satu upaya untuk mengurangi paparan udara yang berisiko terhadap kesehatan peserta didik terutama apabila kondisi kabut asap terus bertahan.RMD
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....