Mahasiswa Psikologi UIN Jogja Edukasi Santri Al-Iman (OESMAN) Kelola Konflik
- 23 Agt 2026 14:57 WIB
- Sintang
RRI.CO.ID, Sintang— Mahasiswa Program Studi Psikologi UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta bersama Tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) Bentang Sintang menggelar program “ELEVATE: Empowering Leaders via Psychological Tactics in Organization” di Pondok Pesantren Modern Al-Iman Tebelian, Sintang, Kamis (20/8/2026). Kegiatan yang berlangsung pukul 08.00–10.30 WIB ini ditujukan bagi pengurus Organisasi Eksekutif Santri Al-Iman (OESMAN) jenjang MTs dan MA sebagai upaya membekali santri dengan pemahaman psikologis dalam menghadapi dan mengelola konflik organisasi.
Program ELEVATE merupakan bagian dari pengabdian Program Studi Psikologi UIN Sunan Kalijaga yang dibawa dalam pelaksanaan KKN Angkatan 120 di Sintang, Kalimantan Barat. Kegiatan ini diikuti 30 santri pengurus OESMAN, terdiri atas 15 putra dan 15 putri, dengan pendampingan lima fasilitator. Melalui pendekatan psikologi industri dan organisasi, kegiatan tersebut dirancang untuk memperkuat kapasitas kepemimpinan santri, khususnya dalam memahami perbedaan pendapat dan menentukan cara penyelesaian konflik yang tepat.
Berbeda dengan pelatihan organisasi yang umumnya berlangsung satu arah, ELEVATE menggunakan pendekatan experiential learning atau pembelajaran berbasis pengalaman. Kegiatan diawali dengan Bingo Challenge “Conflict Reflection”, yang mengajak peserta berinteraksi dan menemukan teman dengan pengalaman konflik organisasi serupa. Selanjutnya, peserta dibagi ke dalam lima kelompok berdasarkan analogi gaya konflik dalam Thomas-Kilmann Conflict Model, yakni Kura-kura untuk menghindar, Ikan Hiu untuk kompetitif, Beruang Teddy untuk mengalah, Rubah untuk kompromi, dan Burung Hantu untuk kolaborasi.
Puncak kegiatan berlangsung melalui simulasi “The Altitude Challenge: Lost in Altitude”, sebuah studi kasus survival yang mengharuskan setiap kelompok menentukan barang-barang prioritas untuk bertahan hidup. Proses tersebut menjadi ruang bagi santri untuk bernegosiasi, menyampaikan pendapat, mempertahankan pilihan, dan merespons perbedaan secara langsung. Dari proses pengambilan keputusan tersebut, gaya masing-masing peserta dalam menghadapi konflik mulai terlihat secara alami sebelum mereka mengikuti sesi Forum Group Discussion (FGD) untuk merefleksikan pengalaman konflik yang pernah dialami di organisasi.
“Kami ingin santri tidak sekadar tahu teorinya, tapi benar-benar merasakan sendiri bagaimana gaya mereka menghadapi konflik itu muncul secara alami. Baru setelah itu mereka diajak merefleksikan dan belajar cara yang lebih sehat untuk mengelolanya,” ungkap Rizki Nursuwiti, mahasiswa Program Studi Psikologi UIN Sunan Kalijaga angkatan 2023 sekaligus penanggung jawab program ELEVATE.
Menurutnya, pengalaman langsung dalam simulasi diharapkan membantu santri mengenali kecenderungan diri sebelum menentukan cara yang lebih tepat dalam menghadapi konflik. Para peserta memberikan respons positif terhadap kegiatan tersebut. Bintang Muktar Muzaki (Tarun) menilai kegiatan ELEVATE menarik dan menyenangkan.
“Untuk pesan dan kesan selama mengikuti kegiatan hari ini, menurut saya kegiatannya cukup menarik dan cukup menyenangkan. Pesan untuk ke depannya, tetap semangat menjalankan kegiatannya dan semoga nanti bisa sukses semua,” tuturnya.
Sementara itu, Ahmad Syarifuddin (Syarif) mengaku memperoleh pengalaman baru dalam pengembangan diri. “Di sini saya mendapatkan pelajaran yang banyak banget. Soalnya dari pribadi, saya orangnya tuh kayak ‘kura-kura’ (kurang pergaulan/tertutup), namun di sini saya bisa mendapat latihan pengembangan diri yang seperti ini,” katanya.
Kegiatan tersebut juga mendapat sambutan dari pihak Pondok Pesantren Modern Al-Iman Tebelian. Saiful Anam, Pengasuh Pondok Pesantren Modern Al-Iman Tebelian sekaligus Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kabupaten Sintang, mengapresiasi kehadiran mahasiswa UIN Sunan Kalijaga yang datang ke Sintang untuk berbagi ilmu dan pengalaman kepada para santri.
“Sangat senang dan berbahagia karena kawan-kawan dari kampus UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta mau datang ke pelosok bumi Indonesia ini, yaitu Sintang, dan mau berbagi pengalaman, serta mau datang di Pondok Pesantren Modern Al-Iman Tebelian,” ungkapnya dalam sambutan.
Melalui ELEVATE, mahasiswa berharap kegiatan tersebut tidak berhenti sebagai psikoedukasi satu hari, tetapi menjadi bekal jangka panjang bagi santri OESMAN dalam memimpin dan mengelola organisasi secara lebih matang. Program ini sekaligus merefleksikan tema KKN Angkatan 120 UIN Sunan Kalijaga,
“Pemanfaatan Ilmu Pengetahuan dan Inovasi Pengabdian untuk Pembangunan Berkelanjutan,” serta mendukung SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas dan SDG 16 tentang Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh.
Melalui penguatan kemampuan mengenali diri, berempati, berkomunikasi, dan menyelesaikan perbedaan secara sehat, para santri diharapkan mampu membangun organisasi yang lebih dewasa, solid, dan berkelanjutan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....