Ketua FKUB Sintang Ajak Masyarakat Rawat Toleransi di tengah Keberagaman
- 20 Agt 2026 12:07 WIB
- Sintang
RRI.CO.ID, Sintang — Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Sintang periode 2026–2031, Pdt. Welikinsi, mengajak seluruh masyarakat untuk terus merawat toleransi dan kerukunan di tengah keberagaman suku, agama, budaya, dan latar belakang masyarakat di Kabupaten Sintang.
Kepada RRI, Kamis, 20 Agustus 2026, Pdt. Welikinsi mengatakan Kabupaten Sintang merupakan daerah yang terus berkembang. Seiring dengan perkembangan tersebut, semakin banyak masyarakat dari berbagai daerah yang datang untuk tinggal, bekerja, dan beraktivitas di Sintang.
Menurutnya, kondisi tersebut merupakan kekayaan sekaligus tanggung jawab bersama untuk menjaga persatuan, kerukunan, dan kedamaian di Kabupaten Sintang.
Ia menegaskan, Sintang harus dipandang sebagai rumah besar bersama yang wajib dijaga oleh seluruh elemen masyarakat.
“Sintang ini adalah rumah besar kita semua. Karena itu, mari kita bina dan kita jaga bersama agar toleransi tetap hidup di tengah keberagaman masyarakat,” ujar Welikinsi.
Menurutnya, keberagaman yang ada di Kabupaten Sintang merupakan realitas sosial yang harus disikapi dengan saling menghormati. Perbedaan suku, agama, budaya maupun golongan, katanya, tidak boleh menjadi sumber perpecahan.
Karena itu, ia mengimbau masyarakat untuk selalu mengedepankan kebersamaan dan menempuh jalur yang tepat apabila terjadi persoalan maupun gesekan di tengah masyarakat.
“Jikalau ada gesekan, baik antarpribadi, antarsuku, antargolongan, maupun persoalan antara perusahaan dengan masyarakat adat, mari kita kedepankan kebersamaan. Jangan main hakim sendiri,” tegasnya.
Ia mengingatkan, setiap persoalan hendaknya diselesaikan secara bijaksana melalui mekanisme yang berlaku, dengan melibatkan aparat penegak hukum, tokoh adat, tokoh agama, maupun tokoh masyarakat.
Menurut Welikinsi, penyelesaian persoalan secara damai dan bermartabat merupakan bagian penting dalam menjaga keamanan serta kerukunan masyarakat Sintang.
Sebagai lembaga yang berperan dalam menjaga kerukunan antarumat beragama, FKUB Kabupaten Sintang, menurut Welikinsi, akan terus mengambil bagian dalam merawat keberagaman dan menjaga suasana kondusif di tengah masyarakat.
“Kami sebagai FKUB tetap berada di garda terdepan dalam merawat keberagaman dan kerukunan antarumat beragama. Paham intoleransi harus kita tepis sekecil mungkin,” katanya.
Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama mencegah berkembangnya paham-paham yang dapat mengganggu persatuan dan kedamaian di Kabupaten Sintang.
Menurutnya, menjaga toleransi bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah maupun FKUB, tetapi merupakan tanggung jawab seluruh masyarakat.
Pemerintah, tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, pemuda, pelaku usaha, hingga masyarakat secara umum harus mengambil peran dalam menjaga Sintang tetap aman, damai, dan kondusif.
Lebih lanjut, Welikinsi menyampaikan bahwa kondisi daerah yang aman dan toleran akan memberikan dampak positif terhadap seluruh aspek kehidupan masyarakat.
Ketika toleransi terjaga dengan baik, masyarakat dapat bekerja, bersekolah, menjalankan usaha, serta melakukan aktivitas sehari-hari dengan aman dan nyaman tanpa rasa takut maupun waswas.
“Ketika toleransi dijaga dengan baik, Sintang akan damai. Kita yang bekerja bisa tenang, anak-anak sekolah bisa tenang, masyarakat yang hilir mudik bisa tenang, para pelaku usaha juga bisa menjalankan aktivitasnya dengan lancar,” ungkapnya.
Ia berharap suasana damai dan toleran tersebut dapat terus dipertahankan seiring dengan perkembangan Kabupaten Sintang yang semakin dinamis.
Ia pun mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan keberagaman sebagai kekuatan dalam membangun Sintang.
“Mari kita jaga dan rawat toleransi di tengah keberagaman. Harapan kita bersama adalah Sintang terus maju, Sintang terus berkembang, dan Sintang semakin damai,” pungkas Welikinsi.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....