Bentara Fest Rayakan HUT RI ke-81 dengan Barang Bekas

  • 14 Agt 2026 16:41 WIB
  •  Sintang

RRI.CO.ID, Sintang — Semangat kemerdekaan tidak selalu harus dirayakan dengan kemeriahan dan perlengkapan serba baru. Di Kelurahan Alai, semangat tersebut justru tumbuh dari benda-benda sederhana yang sebelumnya dianggap tidak lagi berguna. Botol bekas, gelas bekas, kayu, hingga berbagai barang di sekitar warga disulap menjadi media permainan dalam perayaan HUT ke-81 Republik Indonesia melalui BENTARA FEST (Bentang Semarak Kemerdekaan Festival) 2026.

Bentara Fest merupakan rangkaian kegiatan peringatan HUT ke-81 RI yang diinisiasi mahasiswa KKN bersama masyarakat Kelurahan Alai. Kegiatan resmi dibuka pada 12 Agustus 2026 dan berlangsung selama dua hari, 12–13 Agustus 2026, dengan suasana meriah serta antusiasme tinggi dari masyarakat. Sejak sore, lokasi perlombaan dipenuhi warga, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa yang datang sebagai peserta maupun memberikan dukungan.

Pembukaan Bentara Fest dilakukan oleh Tanggul, salah satu tokoh masyarakat Kelurahan Alai. Ia menyampaikan apresiasi terhadap kegiatan yang digagas mahasiswa KKN karena dinilai mampu menghadirkan hiburan sekaligus mengajak masyarakat memanfaatkan barang-barang yang tersedia di lingkungan sekitar. “Kegiatan ini tidak hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga menjadi bentuk kreativitas anak muda dalam mengajak masyarakat memanfaatkan barang yang ada di lingkungan sekitar. Jadi, barang yang biasanya dianggap tidak berguna masih bisa dimanfaatkan untuk kegiatan yang positif,” kata Tanggul.

Prosesi pembukaan ditandai dengan pengguntingan pita oleh Tanggul bersama Mufid selaku Ketua Tim KKN. Menurut Mufid, salah satu hal yang membedakan Bentara Fest dengan perayaan kemerdekaan pada umumnya adalah penggunaan barang bekas sebagai media perlombaan. “Kami ingin menunjukkan bahwa perayaan kemerdekaan tidak harus selalu menggunakan sesuatu yang baru atau mahal. Barang-barang bekas yang ada di sekitar kita bisa diolah dan dimanfaatkan menjadi media permainan yang menarik,” ujar Mufid.

Konsep tersebut sekaligus membawa pesan tentang kepedulian terhadap lingkungan. Barang yang sebelumnya dianggap tidak bernilai dapat memiliki fungsi baru apabila diolah dan dimanfaatkan dengan kreativitas. “Pesan yang ingin kami sampaikan adalah kepedulian terhadap lingkungan bisa dimulai dari hal sederhana. Kita bisa mengurangi sampah dengan menggunakan kembali barang yang masih memiliki fungsi, kemudian mengubahnya menjadi sesuatu yang bermanfaat,” jelas Mufid.

Pada hari pertama, masyarakat mengikuti sejumlah perlombaan, di antaranya makan kerupuk dan tiup botol. Keseruan berlanjut pada hari kedua melalui lomba memasukkan paku ke dalam botol menggunakan botol kaca bekas sebagai media permainan. Ada pula lomba tiup lilin menggunakan gelas bekas yang telah dibersihkan dan dicat, serta lomba cukurukuk. Berbagai permainan tersebut berhasil mengundang gelak tawa dan sorak-sorai warga.

Di balik riuhnya perlombaan, Bentara Fest menghadirkan makna yang lebih luas sebagai ruang perjumpaan dan kebersamaan masyarakat. Warga tidak hanya hadir sebagai peserta, tetapi juga sebagai penonton dan pendukung kegiatan. Bagi mahasiswa KKN, keterlibatan masyarakat menjadi bagian penting dalam proses pengabdian, sementara bagi warga kegiatan tersebut menjadi ruang untuk merawat semangat gotong royong.

“Yang paling penting dari kegiatan ini bukan hanya perlombaannya, tetapi bagaimana masyarakat bisa berkumpul, berinteraksi, dan membangun kebersamaan. Kami ingin semangat kemerdekaan benar-benar dirasakan bersama oleh warga,” kata Mufid. Ia menambahkan, rangkaian Bentara Fest 2026 masih akan berlangsung hingga 15 Agustus 2026 dan ditutup dengan malam puncak sekaligus pembagian hadiah.

Mufid menjelaskan, Bentara Fest bukan hanya tentang siapa yang memenangkan perlombaan, melainkan tentang bagaimana kemerdekaan dapat dirayakan melalui cara yang sederhana, kreatif, dan tetap memperhatikan lingkungan. “Dari barang bekas lahir sebuah permainan. Dari permainan tumbuh kebersamaan. Dan dari kebersamaan itulah semangat kemerdekaan kembali dibentangkan di Kelurahan Alai,” jelas Mufid.

Bentara Fest merupakan rangkaian kegiatan peringatan HUT ke-81 RI yang diinisiasi mahasiswa KKN bersama masyarakat Kelurahan Alai. Kegiatan resmi dibuka pada 12 Agustus 2026 dan berlangsung selama dua hari, 12–13 Agustus 2026, dengan suasana meriah serta antusiasme tinggi dari masyarakat. Sejak sore, lokasi perlombaan dipenuhi warga, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa yang datang sebagai peserta maupun memberikan dukungan.

Pembukaan Bentara Fest dilakukan oleh Tanggul, salah satu tokoh masyarakat Kelurahan Alai. Ia menyampaikan apresiasi terhadap kegiatan yang digagas mahasiswa KKN karena dinilai mampu menghadirkan hiburan sekaligus mengajak masyarakat memanfaatkan barang-barang yang tersedia di lingkungan sekitar. “Kegiatan ini tidak hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga menjadi bentuk kreativitas anak muda dalam mengajak masyarakat memanfaatkan barang yang ada di lingkungan sekitar. Jadi, barang yang biasanya dianggap tidak berguna masih bisa dimanfaatkan untuk kegiatan yang positif,” kata Tanggul.

Prosesi pembukaan ditandai dengan pengguntingan pita oleh Tanggul bersama Mufid selaku Ketua Tim KKN. Menurut Mufid, salah satu hal yang membedakan Bentara Fest dengan perayaan kemerdekaan pada umumnya adalah penggunaan barang bekas sebagai media perlombaan. “Kami ingin menunjukkan bahwa perayaan kemerdekaan tidak harus selalu menggunakan sesuatu yang baru atau mahal. Barang-barang bekas yang ada di sekitar kita bisa diolah dan dimanfaatkan menjadi media permainan yang menarik,” ujar Mufid.

Konsep tersebut sekaligus membawa pesan tentang kepedulian terhadap lingkungan. Barang yang sebelumnya dianggap tidak bernilai dapat memiliki fungsi baru apabila diolah dan dimanfaatkan dengan kreativitas. “Pesan yang ingin kami sampaikan adalah kepedulian terhadap lingkungan bisa dimulai dari hal sederhana. Kita bisa mengurangi sampah dengan menggunakan kembali barang yang masih memiliki fungsi, kemudian mengubahnya menjadi sesuatu yang bermanfaat,” jelas Mufid.

Pada hari pertama, masyarakat mengikuti sejumlah perlombaan, di antaranya makan kerupuk dan tiup botol. Keseruan berlanjut pada hari kedua melalui lomba memasukkan paku ke dalam botol menggunakan botol kaca bekas sebagai media permainan. Ada pula lomba tiup lilin menggunakan gelas bekas yang telah dibersihkan dan dicat, serta lomba cukurukuk. Berbagai permainan tersebut berhasil mengundang gelak tawa dan sorak-sorai warga.

Di balik riuhnya perlombaan, Bentara Fest menghadirkan makna yang lebih luas sebagai ruang perjumpaan dan kebersamaan masyarakat. Warga tidak hanya hadir sebagai peserta, tetapi juga sebagai penonton dan pendukung kegiatan. Bagi mahasiswa KKN, keterlibatan masyarakat menjadi bagian penting dalam proses pengabdian, sementara bagi warga kegiatan tersebut menjadi ruang untuk merawat semangat gotong royong.

“Yang paling penting dari kegiatan ini bukan hanya perlombaannya, tetapi bagaimana masyarakat bisa berkumpul, berinteraksi, dan membangun kebersamaan. Kami ingin semangat kemerdekaan benar-benar dirasakan bersama oleh warga,” kata Mufid. Ia menambahkan, rangkaian Bentara Fest 2026 masih akan berlangsung hingga 15 Agustus 2026 dan ditutup dengan malam puncak sekaligus pembagian hadiah.

Mufid menjelaskan, Bentara Fest bukan hanya tentang siapa yang memenangkan perlombaan, melainkan tentang bagaimana kemerdekaan dapat dirayakan melalui cara yang sederhana, kreatif, dan tetap memperhatikan lingkungan. “Dari barang bekas lahir sebuah permainan. Dari permainan tumbuh kebersamaan. Dan dari kebersamaan itulah semangat kemerdekaan kembali dibentangkan di Kelurahan Alai,” jelas Mufid.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....