250 Siswa SMAN 1 Sintang Belajar Olah Sampah Menjadi POC
- 14 Agt 2026 16:49 WIB
- Sintang
RRI.CO.ID, Sintang - Sebanyak kurang lebih 250 siswa kelas X SMAN 1 Sintang mengikuti praktik pengolahan limbah organik rumah tangga menjadi Pupuk Organik Cair (POC) dan sosialisasi pemilahan botol plastik bernilai guna, Jumat (7/8/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari integrasi Program P8 SMAN 1 Sintang yang berkolaborasi dengan Tim KKN UIN Sunan Kalijaga. Program tersebut dilaksanakan selama tiga minggu dan saat ini telah memasuki minggu kedua sebagai upaya memberikan pengalaman langsung kepada siswa dalam mengelola sampah sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan.
Pada minggu pertama, Tim KKN UIN Sunan Kalijaga melaksanakan sosialisasi Program GASPOL (Gerakan Anak Sintang Pilah Olah Lingkungan) serta kegiatan Operasi Semut. Kegiatan tersebut ditujukan untuk membangun kesadaran peserta didik mengenai pentingnya menjaga kebersihan dan mengelola sampah sejak dini. Memasuki minggu kedua, kegiatan dimulai pukul 08.00 WIB dan dibuka secara resmi oleh Heni selaku Penanggung Jawab Program P8 SMAN 1 Sintang.
Setelah pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan sosialisasi pemilahan botol plastik bernilai guna yang disampaikan oleh Mufid Mafendi, Ketua Tim KKN UIN Sunan Kalijaga. Ia menjelaskan bahwa botol plastik perlu dipilah berdasarkan bagian-bagiannya, yakni tutup, label, dan badan botol. Botol yang dikumpulkan juga harus dalam kondisi bersih dan bebas dari sisa minuman maupun kotoran. “Botol plastik sebaiknya dipilah antara tutup, label, dan badan botol. Selain lebih mudah dikelola, pemilahan dalam kondisi bersih juga dapat meningkatkan nilai jual ketika disetorkan kepada pengepul,” jelas Mufid.
Menurut Mufid, kebiasaan memilah sampah dari sumbernya merupakan langkah sederhana yang dapat dilakukan siswa dalam kehidupan sehari-hari. Kebiasaan tersebut diharapkan dapat menjadi bagian dari budaya menjaga lingkungan, baik di sekolah maupun di rumah. Setelah sosialisasi pemilahan plastik, kegiatan dilanjutkan dengan praktik pembuatan Pupuk Organik Cair (POC) yang dipandu oleh Almuhajirin, salah satu anggota Tim Aksi Kreasi KKN UIN Sunan Kalijaga.
Sebelum praktik dimulai, para siswa mendapatkan penjelasan mengenai pengertian, manfaat, bahan, serta tahapan pembuatan POC. Limbah organik rumah tangga seperti sisa sayuran dan kulit buah diperkenalkan sebagai bahan yang masih dapat dimanfaatkan melalui proses fermentasi. “Melalui praktik ini, siswa tidak hanya mengetahui bahwa limbah organik dapat dimanfaatkan, tetapi juga belajar secara langsung bagaimana proses pengolahannya menjadi pupuk organik cair,” ujar Almuhajirin.
Dalam praktik tersebut, alat yang digunakan meliputi gunting, lem, galon bekas, botol bekas, dan selang. Adapun bahan yang digunakan terdiri atas air cucian beras, limbah organik rumah tangga, EM4, dan molase. Siswa terlebih dahulu merangkai galon dan botol bekas menggunakan selang yang dipasang pada tutup kedua wadah. Selang tersebut berfungsi sebagai saluran keluarnya gas selama proses fermentasi sehingga tekanan di dalam wadah dapat dikendalikan.
Setelah media fermentasi siap, siswa memasukkan satu liter air cucian beras, kemudian menambahkan empat tutup botol molase dan empat tutup botol EM4. Campuran diaduk hingga merata dan didiamkan selama kurang lebih 15 menit agar mikroorganisme mulai aktif. Selanjutnya, limbah organik yang telah dicacah dimasukkan ke dalam galon, kemudian ditambahkan sekitar dua liter air cucian beras dan dikocok hingga merata. POC tersebut selanjutnya difermentasikan selama kurang lebih dua minggu sebelum digunakan.
Selama proses fermentasi, siswa diberikan pemahaman mengenai cara perawatan POC. Wadah fermentasi harus ditempatkan di tempat teduh dan tidak terkena sinar matahari secara langsung. Selain itu, wadah perlu dikocok setiap hari agar proses fermentasi berlangsung optimal. Pada akhir kegiatan, Mufid Mafendi dan Almuhajirin kembali memberikan penjelasan mengenai perawatan POC dan pemilahan sampah plastik, kemudian siswa diminta mengisi Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) sebagai bahan evaluasi.
Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung lancar dan tertib dengan antusiasme tinggi dari para peserta. Kegiatan ini diharapkan tidak berhenti pada praktik di sekolah, tetapi juga diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Melalui pemilahan sampah plastik dan pengolahan limbah organik, siswa dapat mengambil peran nyata dalam mengurangi permasalahan sampah dan menjaga kelestarian lingkungan. “Sampah bukan sekadar sesuatu yang harus dibuang. Dengan memilah dan mengolahnya, kita dapat mengubah sesuatu yang dianggap tidak berguna menjadi sesuatu yang bernilai.” Melalui integrasi Program P8 dan Program GASPOL, SMAN 1 Sintang bersama Tim KKN UIN Sunan Kalijaga berupaya menanamkan kesadaran lingkungan kepada generasi muda melalui pembelajaran yang tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga praktik secara langsung" jelas Mufid.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....