Cara Mendidik Anak agar Menjadi Pribadi yang Baik
- 07 Agt 2026 20:13 WIB
- Sintang
RRI.CO.ID, Sintang- Mendidik anak usia dini bukanlah perkara yang mudah, ya, Bun? Di tahapan usia ini, si Kecil masih ingin bebas bermain dan mengeksplorasi dunia sekitar sesukanya. Ia juga sudah mampu mengutarakan keinginan atau kebutuhan mereka, sehingga ketika tidak terpenuhi si Kecil bisa rewel dan tantrum. Amat sangat wajar jika emosi Bunda ikut meninggi di saat ini. Tapi jangan pernah kelewatan sampai melibatkan kekerasan, seperti menjewer, membentak, atau bahkan memukul, ya. Ini bukanlah cara mendidik anak yang baik.
Berikut adalah cara yang bisa Bunda terapkan di rumah supaya anak bisa tumbuh besar menjadi pribadi yang baik.
1. Biasakan Anak Selesaikan Tugas Satu per Satu
Untuk bisa mengerjakan suatu hal dari awal sampai akhir, anak membutuhkan daya konsentrasi dan kemampuan memusatkan perhatian pada satu hal.
Konsentrasi dan fokus telah terbukti memiliki banyak manfaat bagi kesehatan mental, dari pengelolaan stres yang lebih baik hingga peningkatan performa akademik. Membiasakan mengerjakan satu hal sampai selesai juga berguna untuk menghindari kebiasaan multitasking sedari kecil, yang telah terbukti oleh banyak penelitian justru tidak efektif.
| Baca juga: Sejarah Awal Perayaan Ulang Tahun di Dunia |
Akan tetapi, kedua hal ini tidak hanya akan berguna pada saat ia mengerjakan tugas sekolah nanti, tapi juga pada kesehariannya di rumah. Ambil contoh, bisa menyelesaikan makanannya tanpa tersisa atau bisa selesai membereskan kotak bermainnya ketika diminta.
2. Jadilah Zona Aman bagi Si Kecil
Pada rentang usia ini, anak akan mengalami banyak hal baru. Misalnya saja, bertemu dengan teman-teman baru di sekitar rumah dan orang dewasa selain keluarganya, sampai persiapan masuk sekolah baru sehingga harus berpisah sebentar dari orang tuanya.
Bagi beberapa anak, perubahan ini adalah hal yang menyenangkan tapi ada juga anak-anak yang merasa cemas, kurang percaya diri, atau bahkan justru menghindar berada di situasi baru. Semua hal ini wajar, Bun, dan bukan berarti ada yang salah dengan si Kecil jika ia tidak sama seperti anak-anak lain.
Jika si Kecil merasa takut dengan orang “asing”, Bunda bisa lebih dulu jelaskan pada si Kecil siapa orang tersebut dan apa hubungannya dengan si Kecil. Contohnya, “Nak, ini Eyang Putri, mamahnya Bunda.” Selama interaksi pertama antara si Kecil dengan orang baru, jangan langsung tinggalkan mereka berdua. Bunda bisa pangku si Kecil atau menggandeng tangannya sementara ia berkenalan dengan orang tersebut.
3. Jangan Terlalu Mengendalikan Anak
Rasa percaya diri penting untuk ditanamkan sejak dini pada anak. Salah satu cara mendidik anak agar rasa kepercayaan dirinya tumbuh yaitu dengan menanamkan kesalahan adalah bagian normal dari hidup dan bukan berarti akhir dari segalanya. Setiap hal yang salah bisa diperbaiki jika kita mau berusaha dengan lebih baik.
Jadi, jangan terlalu mengendalikan anak agar ia selalu tampil sempurna tanpa cela, ya, Bun. Ingatlah bahwa orang bijak adalah orang yang menyadari kesalahannya, berani mengakuinya, mau memperbaikinya, dan mau belajar darinya.
Biarlah ia mencoba segala sesuatu dengan kemampuannya sendiri dan jangan langsung mengintervensi ketika apa yang ia lakukan kurang tepat di mata Bunda. Misalnya ketika ia salah menggunakan sabun untuk keramas ketika mencoba mandi sendiri atau menumpahkan makanan ketika ia mencoba menyendokkan lauk ke piringnya sendiri. Jangan langsung merebut apa yang ia pegang dan berkata, “Tuh kan! Udah deh biar Bunda aja, kamu kan nggak bisa.
4. Ajarkan Anak untuk Disiplin
| Baca juga: Cara Menghadapi Anak Susah Diatur |
Sebagai orang tua, salah satu tugas Bunda adalah mendidik anak untuk berperilaku baik. Tentu ini bukan tugas yang main-main beratnya, ya? Tapi, jangan khawatir. Bunda bisa memulainya dengan langkah sederhana, misalnya dengan membiasakan ia berdisiplin diri.
Disiplin bukan hanya penting untuk membentuk karakter anak, tapi juga menentukan kesuksesan akademik dan kebahagiaan diri anak. Tanpa disiplin, buah hati mungkin kesulitan menavigasi hubungan dan tantangan dalam hidup, seperti menyelesaikan PR dan belajar untuk ujian.
Disiplin bukan berarti harus memakai hukuman atau ultimatum kata-kata keras supaya anak jadi patuh. Beberapa cara yang bisa Bunda lakukan untuk menanamkan rasa disiplin pada anak adalah:
-Tunjukkan dan beritahu. Ajari anak mana yang benar dan salah tidak hanya dengan kata-kata tapi juga dari tindakan. Contohkan perilaku yang ingin Bunda lihat pada anak-anak Bunda.
-Beri batasan. Orang tua harus tahu kapan berkata “ya” dan “tidak” saat anak meminta sesuatu, dan menjelaskan aturan serta konsekuensinya dari suatu perbuatan negatif. Misalnya, katakan padanya bahwa jika ia tidak mau membereskan mainannya, ia tidak boleh bermain lagi selama sisa hari itu.
-Arahkan perilaku buruk ke aktivitas lain. Terkadang anak-anak berperilaku tidak baik karena mereka bosan atau tidak tahu kenapa itu buruk. Temukan hal lain yang lebih baik untuk dilakukan anak. Misalnya daripada membiarkan anak melempar-lempar mainan, berikan ia bola atau ajak ia main ke taman.
-Beri mereka perhatian. Ingat, semua anak menginginkan perhatian orang tua mereka. Jadi, cara yang paling efektif untuk membuat anak belajar disiplin adalah perhatian dari orang tuanya. Beri pujian dan motivasi anak setiap kali ia menunjukkan perilaku yang baik dan nasehati perilakunya yang buruk. (Sumber : www.generasimaju.co.id )
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....