Inilah 5 Tanda Modus Perdagangan Orang yang Perlu Diwaspadai Masyarakat
- 24 Jul 2026 10:12 WIB
- Sintang
RRI.CO.ID, Sintang - Modus tindak pidana perdagangan orang (TPPO) terus berkembang dan sering kali sulit dikenali. Pelaku tidak selalu menggunakan cara-cara yang kasar atau terang-terangan. Sebaliknya, mereka kerap memanfaatkan bujuk rayu, janji manis, hingga kondisi ekonomi korban agar kejahatan yang dilakukan tidak menimbulkan kecurigaan.
Mengutip dari RRI, Kementerian Hak Asasi Manusia (KemenHAM) memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak dalam penanganan kasus dugaan TPPO bayi yang melibatkan Singapura. Kasus tersebut menjadi pengingat bahwa perdagangan orang dapat menyasar siapa saja, termasuk anak-anak dan bayi, sehingga masyarakat perlu lebih waspada terhadap berbagai modus yang digunakan pelaku.
Menawarkan bantuan atau kesempatan yang terdengar terlalu menguntungkan
Salah satu modus yang sering digunakan adalah memberikan tawaran yang tampak menggiurkan, seperti pekerjaan dengan gaji tinggi, bantuan pengasuhan anak, hingga proses adopsi yang diklaim cepat dan mudah. Masyarakat perlu berhati-hati apabila tawaran tersebut tidak disertai informasi yang jelas atau dilakukan di luar prosedur resmi.
Memanfaatkan kondisi ekonomi dan psikologis korban
Pelaku biasanya mencari orang yang sedang menghadapi kesulitan ekonomi, memiliki beban keluarga, atau berada dalam situasi yang rentan. Kondisi tersebut dimanfaatkan untuk memengaruhi korban agar bersedia mengikuti keinginan pelaku tanpa mempertimbangkan risiko yang akan dihadapi.
Mengajak mengurus dokumen melalui jalur tidak resmi
Masyarakat juga perlu waspada jika ada pihak yang menawarkan bantuan mengurus dokumen kependudukan, identitas, maupun proses adopsi dengan cara yang tidak sesuai ketentuan. Seluruh proses yang berkaitan dengan identitas dan perlindungan anak seharusnya dilakukan melalui instansi berwenang agar hak setiap orang tetap terlindungi.
Membatasi komunikasi dengan keluarga
Korban TPPO sering kali dijauhkan dari keluarga atau orang terdekat agar tidak mudah meminta pertolongan. Karena itu, apabila seseorang tiba-tiba sulit dihubungi, tidak bebas berkomunikasi, atau selalu diawasi oleh pihak lain, kondisi tersebut patut menjadi perhatian.
Meminta masyarakat merahasiakan proses yang sedang berlangsung
Pelaku umumnya meminta calon korban atau keluarganya untuk tidak menceritakan proses yang sedang dijalani kepada orang lain dengan berbagai alasan. Padahal, proses yang legal dan sesuai aturan tidak memerlukan kerahasiaan yang berlebihan. Jika menemukan hal seperti ini, masyarakat sebaiknya segera berkonsultasi dengan instansi terkait atau aparat penegak hukum.
Mencegah perdagangan orang tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah dan aparat penegak hukum, tetapi juga membutuhkan kepedulian masyarakat. Dengan mengenali berbagai modus yang sering digunakan pelaku, setiap orang dapat mengambil langkah lebih cepat untuk melindungi diri, keluarga, maupun lingkungan sekitar dari ancaman TPPO.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....