Remaja Sintang Diimbau Waspadai Sifilis, Kenali Gejala sejak Dini

  • 17 Jul 2026 17:32 WIB
  •  Sintang

RRI.CO.ID,Sintang – Penyakit menular seksual (PMS) jenis sifilis masih menjadi ancaman yang perlu diwaspadai, terutama di kalangan remaja. Kurangnya pengetahuan mengenai gejala awal penyakit ini membuat banyak penderita terlambat mendapatkan penanganan sehingga berisiko mengalami komplikasi serius.

Dokter Umum UPTD Puskesmas Tanjung Puri, dr. Novia Rachmawati, mengatakan sifilis disebabkan oleh bakteri Treponema pallidum yang berkembang melalui beberapa tahapan. Pada fase awal, gejalanya umumnya berupa luka tunggal yang tidak menimbulkan rasa nyeri di area kelamin atau mulut, sehingga sering diabaikan oleh penderitanya.

"Luka tersebut memang dapat hilang dengan sendirinya, tetapi bukan berarti penyakitnya sembuh. Jika tidak ditangani, bakteri dapat berkembang ke stadium berikutnya dan berisiko merusak organ seperti jantung maupun sistem saraf," ujar dr. Novia saat mengisi program Indonesia Sehat di Pro 1 RRI Sintang, Jumat (17/7/2026).

Ia menjelaskan, pada stadium lanjut sifilis dapat menyebabkan komplikasi serius, seperti kelumpuhan, kebutaan, bahkan kematian. Oleh karena itu, pemeriksaan sejak dini melalui tes darah menjadi langkah penting agar penyakit dapat dideteksi dan diobati secepat mungkin.

Selain itu, dr. Novia mengingatkan bahwa konsumsi alkohol dan penyalahgunaan narkoba juga dapat meningkatkan risiko penularan sifilis. Kondisi tersebut dapat menurunkan kesadaran seseorang sehingga lebih rentan melakukan perilaku seksual berisiko.

Sementara itu, Pengelola Program Infeksi Menular Seksual UPTD Puskesmas Tanjung Puri, Sumarni, SST., M.Keb., mengatakan penanganan sifilis tidak hanya berfokus pada pasien, tetapi juga melibatkan pasangannya. Menurutnya, kedua belah pihak harus menjalani pemeriksaan dan pengobatan secara bersamaan untuk mencegah infeksi berulang.

"Pengobatan sifilis harus sesuai anjuran tenaga kesehatan. Masyarakat tidak dianjurkan membeli antibiotik secara sembarangan tanpa resep dokter," kata Sumarni.

Ia menambahkan, UPTD Puskesmas Tanjung Puri menjamin kerahasiaan identitas setiap pasien yang datang untuk berkonsultasi maupun menjalani pemeriksaan. Sumarni juga mengajak para orang tua untuk membangun komunikasi yang terbuka mengenai kesehatan reproduksi agar remaja memperoleh informasi yang benar dan terhindar dari perilaku berisiko.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....