Hari Nelson Mandela, Momentum Melawan Kemiskinan dan Ketidakadilan
- 17 Jul 2026 09:31 WIB
- Sintang
RRI.CO.ID, Sintang - Setiap tanggal 18 Juli, dunia memperingati Hari Internasional Nelson Mandela untuk menghormati dedikasi sang pejuang kemanusiaan dalam melawan penindasan. Hari Internasional Nelson Mandela (atau Hari Mandela) secara resmi dinyatakan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa pada November 2009, dengan Hari Mandela PBB pertama diadakan pada 18 Juli 2010. Namun, perkumpulan lain mulai merayakan Hari Mandela pada 18 Juli 2009. Hari peringatan ini bukan sekadar seremonial belaka, melainkan sebuah seruan global yang kuat untuk melanjutkan perjuangan panjangnya melawan kemiskinan dan ketidakadilan.
Melalui momentum ini, kita diajak untuk menyelami kembali esensi perjuangan mendalam dari sosok yang akrab disapa "Madiba" tersebut, sekaligus merefleksikan bagaimana nilai-nilai luhurnya tetap relevan di tengah tantangan dunia modern saat ini. Visi besar Nelson Mandela mengenai kemanusiaan menegaskan secara lantang bahwa masalah kemiskinan pada dasarnya merupakan sebuah pelanggaran berat terhadap keadilan.
Pandangan revolusioner ini terdengar jelas dalam pidato legendarisnya di Trafalgar Square, London, pada tahun 2005 silam saat ia menghadiri kampanye bertajuk Make Poverty History. Di hadapan massa, Mandela menegaskan bahwa kemiskinan bukanlah takdir yang tidak bisa diubah, melainkan sebuah masalah sistemis struktural yang harus diselesaikan oleh komitmen politik global.
| Baca juga: Launching Posyandu ILP di Desa Jerora Satu |
Dalam pidato bersejarah tersebut, Mandela menyampaikan sebuah kutipan yang kini menjadi fondasi gerakan sosial di berbagai belahan dunia. Ia menyatakan, "Mengatasi kemiskinan bukanlah sebuah bentuk amal, melainkan sebuah tindakan keadilan. Kemiskinan itu tidak alami, sama seperti perbudakan dan apartheid. Kemiskinan adalah buatan manusia dan dapat diatasi serta dihapuskan melalui tindakan manusia." Kalimat ini menghentak kesadaran publik bahwa mengulurkan bantuan kepada kaum prasejahtera adalah sebuah kewajiban moral penegakan hak asasi, bukan sekadar belas kasihan.Lebih lanjut, Mandela juga mengingatkan masyarakat internasional bahwa perdamaian sejati yang berkelanjutan tidak akan pernah bisa tercapai selama jurang ketimpangan sosial masih menganga lebar. Menurutnya, sebuah bangsa tidak dapat dikatakan merdeka sepenuhnya jika sebagian besar warganya masih terikat oleh belenggu kelaparan dan keterbatasan akses hidup.
Selama ketidakadilan ekonomi dibiarkan tumbuh subur, maka ketegangan sosial dan konflik akan selalu mengintai stabilitas tatanan kehidupan bermasyarakat. Peringatan Hari Mandela akhirnya menjadi sebuah panggilan reflektif bagi setiap individu untuk tidak tinggal diam melihat realitas sosial di sekitarnya. Semangat Madiba mengajarkan bahwa perubahan besar bagi peradaban selalu dimulai dari tindakan-tindakan kecil yang dilakukan secara konsisten oleh orang-orang biasa. Melalui warisan pemikirannya, dunia diingatkan kembali bahwa menghapus kemiskinan adalah tanggung jawab bersama demi mewujudkan tatanan bumi yang lebih adil, setara, dan manusiawi bagi generasi masa depan.
Sumber:
https://www.globalcitizen.org/en/content/nelson-mandela-quotes-poverty-injustice-peace/
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....