Keadaan Industri Kopi Lokal di Sintang
- 08 Jul 2026 15:38 WIB
- Sintang
RRI.CO.ID - Sintang, Program UMKM Bicara Programa 1 RRI Sintang menghadirkan pemilik Kopi Bubuk Liseng LS, Yustinus Anju sebagai narasumber pada Senin, 6 Juli 2026. Dalam perbincangan tersebut Yustinus membahas perkembangan usaha kedai kopi atau coffee shop yang semakin menjamur di Kabupaten Sintang serta dampaknya terhadap industri kopi lokal. Menurutnya bertambahnya tempat ngopi menjadi fenomena positif karena menunjukkan budaya minum kopi semakin berkembang di tengah masyarakat khususnya kalangan generasi muda.
Yustinus menjelaskan minat masyarakat terhadap Kopi Bubuk Liseng LS hingga kini masih tetap baik. Ia mengatakan sejak memulai usaha pada tahun 2006 hingga sekarang pelanggan tetap setia menggunakan produk kopi bubuk Liseng. Dari pengamatannya, sebagian besar pengunjung coffee shop merupakan anak muda. Meski tidak semuanya mengonsumsi kopi hitam menurutnya minuman berbahan dasar kopi seperti mocca dan berbagai varian lainnya tetap menunjukkan bahwa kopi masih menjadi pilihan utama masyarakat. “Kalau saya amati memang setiap café atau soffeshop itu memang mayoritas anak muda bahkan saya sendiri kalau duduk di warung kopi yang banyak anak mudanya merasa rishi karena kita usianya beda”. Katanya
Namun demikian Yustinus menyayangkan belum semua pelaku usaha coffee shop memanfaatkan kopi produksi lokal Sintang. Menurutnya hanya ada beberapa kafe termasuk Kopi Liseng di kawasan Jalan Lintas Melawi serta sejumlah kedai di Simpang Pinoh telah menggunakan kopi lokal. Akan tetapi masih banyak pelaku usaha lainnya yang memilih memasok kopi dari Pontianak atau menggunakan produk kopi yang sudah tersedia di toko-toko sehingga peluang bagi kopi lokal untuk berkembang masih perlu terus didorong. “Jadi ada beberapa café termasuk yang punya kopi liseng di jalan lintas melawi ada beberapa dan disimpang pinoh udah lumayan banyak tapi untuk yang lain-lain ya mungkin kopi local ini ya mungkin mereka ambil di Pontianak atau kopi-kopi yang sudah ada di toko-toko”. Ucapnya
Mengenai tantangan usaha Yustinus mengakui pernah mengalami masa kemerosotan. Meski demikian ia tetap optimistis karena kopi merupakan kebutuhan yang selalu dikonsumsi masyarakat baik di coffee shop maupun di rumah tangga. Menurutnya, budaya minum kopi sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat. "Kalau bertamu yang ditanya biasanya mau ngopi bukan mau ngeteh”. Ujarnya. Optimisme tersebut menjadi semangat bagi dirinya untuk terus mempertahankan kualitas dan mengembangkan Kopi Bubuk Liseng LS di tengah persaingan industri kopi yang semakin dinamis.RMD
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....