Camat Serawai Sesalkan Truk Bermuatan Berat Melintas, Akibatnya Jembatan Ambruk
- 10 Jun 2026 16:00 WIB
- Sintang
RRI.CO.ID, Sintang – Aktivitas masyarakat yang melintasi Jembatan Sungai Pembunuh 4 di pusat Kecamatan Serawai terhenti setelah jembatan tersebut ambruk pada Minggu, 7 Juni 2026. Peristiwa tersebut menyebabkan akses warga terganggu dan kendaraan tidak dapat lagi melintasi jalur penghubung di kawasan pusat kecamatan itu.
Camat Serawai, Albertus Nopeka Kusnadi, mengatakan ambruknya jembatan membuat seluruh aktivitas penyeberangan di lokasi tersebut terhenti. “Memang setelah ambruk itu otomatis kegiatan lewat jembatan tidak bisa dilaksanakan lagi. Sekarang sedang diusahakan untuk evakuasi truk tersebut,” ujar Albertus.
Menurutnya, kondisi Jembatan Sungai Pembunuh 4 sebenarnya sudah tidak layak dilalui kendaraan bermuatan berat karena usia bangunan yang cukup tua. Jembatan tersebut dibangun pada tahun 1978 dan telah beberapa kali direhabilitasi. Ia mengaku menyesalkan kejadian tersebut karena sebelumnya pihak kecamatan telah memberikan peringatan kepada sopir truk agar tidak melintasi jembatan dengan beban berat. “Sebenarnya kalau untuk dilewati kendaraan ringan seperti minibus, motor atau pejalan kaki, masih bisa. Sopirnya ini juga sudah kita peringatkan untuk melansir muatannya di halaman kantor camat saja, tapi tetap ngeyel. Sudah kita bilang jembatannya tidak layak untuk dilewati kendaraan bermuatan berat,” katanya.
Albertus menjelaskan, berdasarkan informasi yang diterimanya, terdapat tiga truk yang akan melintasi jembatan tersebut. Truk pertama dengan muatan sekitar 6 ton masih dapat melewati jembatan dengan aman. Namun saat truk kedua yang membawa muatan sekitar 9 ton melintas, konstruksi jembatan tidak mampu menahan beban sehingga roboh. “Info yang saya terima, truk yang akan lewat itu ada tiga. Yang pertama bermuatan 6 ton, lolos, kemudian truk kedua bermuatan 9 ton, itu yang ikut jembatan itu roboh,” jelasnya.
Saat ini pemerintah kecamatan berupaya menyediakan akses sementara bagi masyarakat dengan membangun jembatan darurat dari kayu. Namun pembangunan jembatan darurat yang dapat dilalui kendaraan roda dua masih membutuhkan biaya dan perencanaan tambahan. “Upaya yang kami lakukan sekarang ya membuat jembatan darurat dari kayu, setidaknya bisa untuk dilewati pejalan kaki. Kalau dibuat jembatan untuk bisa dilewati motor juga riskan. Perlu biaya juga untuk membuat jembatan yang bisa dilewati motor,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa usulan perbaikan jembatan tersebut telah disampaikan kepada Pemerintah Kabupaten Sintang agar akses masyarakat dapat segera kembali normal. (dby)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....