Tips Lindungi Data Pribadi dari Cyber Crime
- 04 Jun 2026 14:38 WIB
- Sintang
RRI.CO.ID, Sintang – Di era digital yang serba terkoneksi, data pribadi telah menjadi "mata uang" baru yang sangat berharga. Sayangnya, hal ini juga memicu lonjakan kasus cyber crime atau kejahatan siber di seluruh dunia. Mulai dari pencurian identitas, pembobolan rekening bank, hingga pemerasan berbasis data sensitif (ransomware), ancaman kejahatan siber kini bisa menimpa siapa saja, kapan saja.
Menurut Microsoft Security Endpoint Threat 2019, Indonesia adalah negara dengan kasus malware tertinggi di Asia Pasifik. Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) dan Indonesia Honeynet Project mencatat lebih dari 98 juta serangan siber di Indonesia sepanjang tahun 2019. Lebih parah lagi, BSSN menemukan selama masa pandemi 2020, serangan siber naik empat kali lipat dibanding tahun sebelumnya.
Bentuk serangan siber tersebut seperti kasus situs e-commerce lokal terkemuka yang 91 juta datanya dibobol hacker pada bulan Mei 2020 lalu. Pelaku mengaku menjual data di darkweb berupa user ID, email, nama lengkap, tanggal lahir, jenis kelamin, nomor handphone dan password.
Dilansir dari dbs.com Melindungi data pribadi di internet bukan lagi sebuah pilihan, melainkan sebuah kewajiban. Untuk menjaga ruang digital Anda tetap aman, berikut adalah beberapa tips yang harus dilakukan untuk menjaga data pribadi dari cyber crime:
1. Ganti password secara berkala
| Baca juga: Strategi Cerdas Merencanakan Traveling Hemat |
Kita bisa menggantinya setiap bulan sekali. Pastikan password memiliki tingkat kesulitan tinggi, yaitu terdiri dari gabungan huruf kapital dan nomor jadi enggak gampang ditebak.
2. Stop memakai Wifi gratis sembarangan
Hacker sering meniru nama jaringan WiFi publik yang sudah ada tanpa password. Biasanya mereka memakai modem yang memancarkan WiFi tiruan. Kalau kita mengakses WiFi tersebut, mereka dapat dengan mudah mengambil data. Termasuk data perbankan bila kita bertransaksi finansial saat login dengan WiFi tersebut. Pastikan kita login pada WiFi yang akurat dengan password yang tepat.
3. Jangan membuka link dalam email, SMS atau kanal lain yang dikirim oleh pihak yang mencurigakan
Sebelum membuka link yang ditawarkan, waspadai pengirimnya. Banyak pengguna Apple ID yang dikirimi tagihan seolah dari pihak resmi Apple. Tapi saat dicek lagi nama pengirimnya, ternyata emailnya mencurigakan, seperti noreplyapple-id11142@apple.com. Lalu format pengirimannya juga beda dibandingkan kiriman email resmi dari pihak Apple.com. Link dari pihak mencurigakan itu biasanya palsu dan berakibat hacker bisa mengakses data pribadi kita.
4. Double checking setiap transaksi
Kemudahan bertransaksi sambil melakukan kegiatan lain, seperti rebahan atau commuting di transportasi umum, seringkali bikin kita enggak teliti. Setiap melakukan transaksi, sebaiknya kita harus dalam keadaan alert atau konsentrasi lalu double check lagi data-data yang diberikan.
5. Pastikan kita memberikan data yang benar ke pihak yang tepat
Saat bertransaksi digital menggunakan kartu kredit, informasi yang diberikan adalah nomor, tanggal kadaluarsa dan angka yang tercantum di balik kartu (CVV). Kita tidak akan ditanya soal nomor PIN kartu kredit. Begitu pula saat bertransaksi dengan debit, jangan pernah memberikan nomor PIN kita. Selalu teliti memeriksa akurasi situs atau pihak yang meminta data pribadi kita tersebut.
6. Encryption software
Untuk menjaga keamanan browser, pasang software enkripsi yang akan mengacak informasi kiriman kita di internet. Software seperti Nord Locker, AX Crypt bisa kita download di jagat digital. Oya, saat bertransaksi cari icon gembok di status bar browser kita. Artinya informasi yang dikirimkan dijamin aman.
7. Lakukan Backup Data secara Rutin
Salah satu jenis cyber crime yang paling ditakuti saat ini adalah serangan ransomware, di mana pelaku mengunci seluruh data di perangkat Anda dan meminta tebusan uang. Cara paling efektif untuk melawan ancaman ini adalah dengan memiliki cadangan (backup) data yang diperbarui secara berkala, baik di cloud storage yang aman maupun di harddisk eksternal yang tidak selalu terhubung ke internet.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....