Juhu Singkah, Sayur Rotan Muda Tradisional khas Suku Dayak

  • 22 Mei 2026 14:02 WIB
  •  Sintang

RRI.CO.ID, Sintang - Di balik lebatnya hutan Kalimantan Barat, tersimpan kekayaan kuliner tradisional yang sarat akan nilai budaya, salah satunya adalah Juhu Singkah atau umbut rotan. Hidangan sayur berkuah tradisional khas suku Dayak ini merupakan simbol identitas dan lambang hubungan harmonis antara manusia dengan alam Borneo. Secara harfiah dalam bahasa lokal, nama "juhu" memiliki arti masakan berkuah, sementara "singkah" merujuk pada umbut atau tunas rotan yang masih muda. Bagi masyarakat Kabupaten Sintang, hidangan eksotis ini bukan sekadar makanan pengisi perut, melainkan warisan leluhur yang terus dijaga kelestariannya.

Proses berburu bahan baku Juhu Singkah dikenal membutuhkan perjuangan yang tidak mudah dan memicu adrenalin. Warga harus masuk ke dalam hutan belantara untuk mencari pohon rotan terbaik, lalu dengan hati-hati mengupas kulit luar yang dipenuhi duri tajam demi mendapatkan tunas bagian dalam yang berwarna putih dan bertekstur lunak. Kerumitan dan risiko dalam proses pengambilan inilah yang membuat Juhu Singkah selalu menempati posisi istimewa dalam struktur sosial masyarakat Dayak, serta dihargai tinggi sebagai hidangan penghormatan.

Rahasia kelezatan sayur eksotis ini terletak pada perpaduan bahan baku segar yang diambil langsung dari kekayaan alam Kalimantan. Umbut rotan yang telah bersih dipotong-potong, lalu diolah bersama isian berupa ikan air tawar segar seperti ikan patin, gabus, baung, atau alternatif ikan salai (ikan asap), serta tambahan terong asam untuk memberikan kesegaran maksimal. Semua bahan tersebut dimasak ke dalam kaldu kaya rempah yang kuat akan campuran kunyit, serai, dan lengkuas, yang terkadang juga dikombinasikan dengan kuah santan gurih untuk memperkaya tekstur kuahnya.

Menariknya, rasa pahit khas dari rotan muda ini tidak merusak hidangan, melainkan berfungsi sebagai palate cleanser (pembersih lidah) alami. Rasa pahit bersahaja tersebut justru secara sempurna menyeimbangkan rasa gurih, pedas, dan lemak dari ikan sungai maupun kuah santan, menciptakan harmoni rasa unik yang menyegarkan dan bikin ketagihan.

Sebagai hidangan utama, Juhu Singkah paling ideal disajikan hangat-hangat di dalam mangkuk besar dengan kuah bening kekuningan aromatik yang menggugah selera. Kuliner ini biasanya disantap bersama nasi putih hangat dan sambal tradisional di siang hari, baik dalam jamuan makan sehari-hari maupun saat upacara adat besar. Kombinasi rasa otentik dan nilai historisnya yang kuat membuat Juhu Singkah tidak hanya lestari di rumah-rumah warga, tetapi juga sukses menjadi magnet wisata kuliner yang wajib diburu oleh para pelancong saat berkunjung ke Bumi Senentang.

Sumber:

https://www.traveloka.com/id-id/explore/destination/daftar-makanan-khas-sintang-paling-enak/1007192

https://id.wikipedia.org/wiki/Juhu_singkah

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....