Tips Membangun Keluarga Harmonis

  • 10 Mei 2026 04:49 WIB
  •  Sintang

RRI.CO.ID, Sintang - Hakikat sebuah pernikahan tidak lain bertujuan untuk mewujudkan kehidupan keluarga yang sakinah, mawaddah, dan rahmah. Oleh karena itu, Islam hadir dan membuat seperangkat hukum dan etika yang berkaitan dengan pernikahan demi terwujudnya tujuan tersebut. Sebuah keluarga itu bisa diibaratkan seperti perahu yang tidak jarang diterpa badai, sehingga dapat menyebabkan tenggelam bila juru mudinya tidak punya keahlian dalam menyelamatkannya.

Pasalnya, menjalani kehidupan rumah tangga tidak selamanya berjalan dengan mulus dari hambatan-hambatan dan persoalan demi persoalan muncul silih berganti. Bagi pasangan suami istri, memiliki rumah tangga yang nyaman, tenteram, dan harmonis merupakan dambaan.

Namun, dalam perjalanannya sering kali diuji dengan perselisihan dan pertengkaran yang terkadang tidak dapat dihindari. Untuk menghadapi situasi tersebut, ada 4 tips dan nasihat ulama yang dapat dilakukan oleh pasangan suami istri agar rumah tangga senantiasa diliputi ketenangan dan kedamaian. Berikut adalah beberapa diantaranya:

1. Saling menghormati dan menyayangi Saling menghormati dan menyayangi merupakan fondasi dalam sebuah rumah tangga. Hal ini bisa disebut sebagai mu'asyarah bil ma'ruf atau "bergaul dengan cara yang baik". Menurut Imam Al-Ghazali, suami-istri harus memperlakukan satu sama lain dengan akhlak terbaik.

2. Saling Memahami dan menerima kekurangan Sebagaimana diketahui bahwa tidak ada manusia yang sempurna. Oleh karena itu, penting bagi setiap pasangan untuk memahami dan menerima kekurangan satu sama lain. Imam Al-Ghazali menasihati agar seorang suami hendaknya bersabar dan tidak tergesa-gesa menceraikan istrinya jika menemukan sifat yang tidak disukai. Sebaliknya, ia harus menimbang-nimbang dan mengingat kebaikan-kebaikan lain dari pasangannya. Sikap saling menerima ini sangat penting untuk menghindari perdebatan yang sia-sia dan menguatkan ikatan batin. Sang suami tidak boleh langsung marah ketika cemburu dan juga tidak boleh berprasangka buruk kepada istrinya.

3. Jujur dan Terbuka Komunikasi dalam sebuah hubungan bisa diibaratkan seperti oksigen yang bisa menghidupkan suatu hubungan. Dalam hal ini, Imam Al-Ghazali menekankan pentingnya komunikasi yang lembut dan sopan. Bicara dengan kata-kata yang baik, hindari nada kasar, dan selalu mencari jalan tengah. Selain itu, tidak dianjurkan kaku dalam komunikasi. Sesekali, diperlukan juga canda dan tawa untuk mencairkan suasana dan melepas penat setelah seharian beraktivitas. Bercanda bisa bikin hati senang, dan ini penting untuk keharmonisan rumah tangga.

4. Tidak berlebihan saat bercanda Meskipun bercanda itu penting, Imam Al-Ghazali juga mengingatkan agar dibatasi dan tidak berlebihan. Bercanda yang kelewat batas bisa membuat pasangan kehilangan rasa hormat dan wibawa satu sama lain. Boleh bercanda tapi jangan sampai merusak akhlak atau melanggar norma. Suami perlu menjaga wibawa sebagai pemimpin keluarga dan jangan biarkan hal-hal yang salah jadi kebiasaan.

*Artikel ini disadur dari nu.or.id.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....