Guru Hebat, Prestasi Dahsyat: Menembus Batas dari Daerah hingga Global
- 07 Mei 2026 15:24 WIB
- Sintang
RRI.CO.ID, Sintang – Peran guru sebagai ujung tombak pendidikan kembali menjadi sorotan dalam program Indonesia Cerdas yang disiarkan oleh Radio Republik Indonesia (RRI) Sintang, Rabu (6/5/2026). Mengangkat tema “Guru Hebat, Prestasi Dahsyat: Menembus Batas Provinsi hingga Global”, program ini menghadirkan sejumlah narasumber dari kalangan pendidik dan pemangku kebijakan.
Hadir dalam dialog tersebut Yulianti, guru dedikatif peraih juara tingkat provinsi, Rupina Sekunda, kepala sekolah berprestasi tingkat nasional tahun 2025, Putra Gunawan selaku Kepala Seksi Karakter SMP Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Sintang, serta Herkolanus Roni, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sintang.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sintang, Herkolanus Roni, mengatakan pihaknya memiliki komitmen untuk menciptakan pendidik yang mampu berprestasi tidak hanya di tingkat kabupaten, tetapi juga hingga tingkat nasional.
“Dinas Pendidikan Kabupaten Sintang tentu bercita-cita melahirkan para pendidik yang memiliki prestasi, tidak hanya di tingkat kabupaten tetapi juga mampu bersaing hingga tingkat nasional,” ujarnya.
Ia menambahkan, upaya tersebut perlu didukung dengan pemberian penghargaan atau reward kepada guru-guru yang berprestasi. Menurutnya, apresiasi menjadi hal penting untuk memotivasi para pendidik agar terus meningkatkan kualitas diri dan kompetensi.
“Melalui berbagai event, baik di tingkat provinsi, nasional, maupun kabupaten, kami terus melaksanakan kegiatan yang dapat mengasah prestasi para pendidik. Dengan begitu, mereka merasa bahwa apa yang dilakukan tidak hanya bermanfaat bagi diri sendiri, tetapi juga bagi anak-anak didik, sekaligus menjadi contoh bagi guru-guru lainnya,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Seksi Karakter SMP Disdikbud Sintang, Putra Gunawan, menyoroti pentingnya penguasaan teknologi digital bagi generasi muda, terutama di era perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).
Menurutnya, hal tersebut sejalan dengan Permendikdas Nomor 6 yang mulai memperkenalkan pembelajaran coding dan kecerdasan buatan di dunia pendidikan. Namun, ia mengingatkan agar penggunaan teknologi tetap berada dalam pengawasan dan diarahkan secara positif.
“Digital ini jangan sampai liar. Anak-anak harus bisa menguasai teknologi, tetapi juga mampu mengendalikannya. Teknologi itu ibarat dua sisi mata uang. Jika digunakan dengan cara yang tidak baik, maka hasilnya tidak baik. Namun, jika dimanfaatkan secara positif, teknologi akan sangat berguna bagi masa depan mereka,” jelas Putra Gunawan.
Dalam diskusi tersebut, para narasumber menegaskan bahwa guru memiliki peran penting dalam mencetak generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki karakter yang kuat. Guru dituntut untuk terus berinovasi dalam proses pembelajaran, mengikuti perkembangan teknologi, serta mampu menciptakan metode belajar yang kreatif dan menyenangkan bagi siswa.
Selain itu, keberhasilan dunia pendidikan juga dinilai tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak, mulai dari pemerintah, sekolah, hingga masyarakat. Kolaborasi tersebut menjadi kunci dalam meningkatkan kualitas pendidikan, khususnya di daerah.
Program ini juga menyoroti berbagai prestasi yang berhasil diraih oleh guru dan pelajar, baik di tingkat provinsi, nasional, hingga internasional. Hal itu membuktikan bahwa keterbatasan wilayah bukan menjadi penghalang untuk meraih pencapaian yang lebih tinggi.
Sementara itu, prestasi para guru diharapkan dapat menjadi sumber inspirasi bagi para pendidik dan masyarakat untuk terus mendorong kemajuan pendidikan di Indonesia.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....