Fasilitator UMKM Keluhkan Harga Kedelai Naik
- 05 Mei 2026 10:23 WIB
- Sintang
RRI.CO.ID - Sintang, Fasilitator UMKM Rumah BUMN PLN Sintang Andre Mustikanour mengeluhkan kenaikan harga bahan baku dalam dialog di studio RRI Sintang pada program UMKM Bicara Senin, 4 Mei 2026. Ia menyoroti lonjakan harga plastik dan kedelai yang dinilai semakin membebani pelaku usaha mikro khususnya produsen tahu dan tempe di wilayah Sintang dan sekitarnya.
Dalam dialog tersebut Andre menjelaskan bahwa kenaikan harga kedelai menjadi persoalan paling krusial. Ia menyebut harga kedelai impor di Indonesia mengalami lonjakan signifikan dari sebelumnya sekitar Rp500 ribu per karung menjadi Rp800 ribu per karung. Kenaikan ini berdampak langsung pada biaya produksi pelaku UMKM yang menggantungkan usaha mereka pada bahan baku tersebut.
“Karena jujur saja, perubahan ekonomi global ini bukan cuma berpengaruh di plastik tapi juga ada di harga kedelai. Jadi harga kedelai kita naik sekitar 80 persen mungkin ya. Saya juga sempat melakukan bimbingan ke produksi tahu tempe di Simpang Pinoh mereka baru merintis tapi terkendala harga kedelai yang awalnya Rp500 ribu tiba-tiba naik sampai Rp800 ribu per karung”. Katanya.
Lebih lanjut ia mengungkapkan bahwa para produsen tahu dan tempe berada dalam posisi sulit. Di satu sisi biaya produksi meningkat akibat kenaikan harga bahan baku namun di sisi lain mereka tidak dapat dengan mudah menaikkan harga jual produk. Hal ini disebabkan adanya standar harga yang sudah terbentuk di pasar serta kekhawatiran akan turunnya daya beli masyarakat.
“Dan memang harga tempe juga tidak bisa diubah-ubah. Di pasar sudah ada patokan, ukuran segini Rp5 ribu, ukuran segini Rp10 ribu. Jadi UMKM yang produksi tempe tahu itu seperti terjepit. Harga kedelai naik tapi mereka tidak bisa menaikkan harga”. Jelasnya.
Andre berharap adanya perhatian dari berbagai pihak termasuk pemerintah dan pemangku kebijakan untuk membantu menstabilkan harga bahan baku atau memberikan solusi bagi pelaku UMKM. Ia menekankan bahwa tanpa intervensi kondisi ini berpotensi melemahkan keberlangsungan usaha kecil yang selama ini menjadi tulang punggung ekonomi lokal.RMD
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....