Sejarah Hari Buruh Internasional (May Day)

  • 29 Apr 2026 08:10 WIB
  •  Sintang

RRI.CO.ID, Sintang - Setiap tanggal 1 Mei diperingati sebagai Hari Buruh atau May Day di berbagai negara di dunia. Peringatan ini bukan sekadar hari libur, melainkan simbol perjuangan panjang para pekerja dalam menuntut hak dan kondisi kerja yang lebih layak. Awalnya, May Day bukan berkaitan dengan buruh. Di sejumlah negara, khususnya di belahan bumi utara, tanggal 1 Mei dirayakan sebagai penanda datangnya musim semi. Namun, maknanya berubah pada abad ke-19 ketika gerakan buruh mulai berkembang pesat.

Pada masa itu, pekerja harus menjalani jam kerja yang sangat panjang, bahkan bisa mencapai 12–16 jam sehari, dengan kondisi kerja yang buruk dan upah rendah. Situasi ini mendorong munculnya tuntutan untuk menetapkan jam kerja yang lebih manusiawi, yakni delapan jam per hari.

Puncak gerakan ini terjadi pada 1 Mei 1886, ketika lebih dari 300.000 pekerja di Amerika Serikat melakukan mogok kerja massal. Aksi ini dilakukan untuk menuntut pengurangan jam kerja serta perbaikan kondisi kerja. Beberapa hari setelah aksi tersebut, terjadi insiden besar yang dikenal sebagai Haymarket Affair di Chicago. Bentrokan antara polisi dan demonstran menyebabkan korban jiwa dan memicu penangkapan terhadap aktivis buruh. Peristiwa ini menjadi tonggak penting dalam sejarah perjuangan pekerja di dunia.

Pasca peristiwa tersebut, gerakan buruh semakin meluas ke berbagai negara, terutama di Eropa. Pada tahun 1890, ratusan ribu pekerja menggelar aksi May Day di berbagai kota besar sebagai bentuk solidaritas global. Sejak saat itu, tanggal 1 Mei ditetapkan sebagai Hari Buruh Internasional. Hingga kini, lebih dari 60 negara memperingatinya, sebagian besar menjadikannya sebagai hari libur resmi.

Hari Buruh pun terus dikenang sebagai simbol perjuangan kolektif pekerja dalam meraih keadilan, hak, dan kesejahteraan di dunia kerja (Lin)

Referensi:

https://www.detik.com/sumbagsel/berita/d-8463965/kenapa-1-mei-diperingati-sebagai-hari-buruh-ini-sejarahnya

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....