Alasan Soto Kudus Menggunakan Daging Kerbau
- 01 Apr 2026 23:15 WIB
- Sintang
RRI.CO.ID, Sintang – Di antara beragam jenis soto di Indonesia, Soto Kudus memiliki ciri khas yang berbeda dari yang lain. Salah satu yang paling menonjol adalah penggunaan daging kerbau sebagai bagian dari tradisi kuliner yang telah dikenal sejak lama.
Penggunaan daging kerbau ini berkaitan dengan sejarah penyebaran Islam di Kudus, Jawa Tengah. Dalam tradisi yang berkembang di masyarakat, Sunan Kudus dikenal menggunakan pendekatan budaya saat berdakwah, termasuk dalam hal makanan.
Pada masa itu, sebagian masyarakat setempat masih dipengaruhi ajaran Hindu yang memuliakan sapi. Untuk menghormati kepercayaan tersebut, penggunaan daging sapi dihindari dan diganti dengan daging kerbau. Pendekatan ini kemudian melekat dan diwariskan dalam tradisi kuliner setempat, termasuk pada Soto Kudus.
Dalam perkembangannya, Soto Kudus kini tidak selalu menggunakan daging kerbau. Di berbagai tempat, terutama di luar Kudus, soto ini juga banyak disajikan dengan daging ayam maupun daging sapi. Meski demikian, penggunaan daging kerbau tetap dikenal sebagai bagian dari ciri khas tradisional yang melekat pada Soto Kudus.
Selain dari jenis dagingnya, Soto Kudus juga memiliki ciri khas dalam penyajian. Soto ini umumnya disajikan bersama nasi dalam satu mangkuk berukuran kecil. Porsi yang relatif sedikit justru menjadi karakter tersendiri, dan tidak jarang dinikmati lebih dari satu porsi.
Dari segi kuah, Soto Kudus memiliki tampilan yang cenderung bening dan ringan karena tidak menggunakan santan. Rasa yang dihasilkan cenderung gurih dengan sentuhan manis, serta aroma khas dari bawang putih goreng yang ditambahkan saat penyajian.
Soto Kudus menjadi salah satu contoh bagaimana kuliner dapat mencerminkan proses interaksi budaya yang berlangsung di masyarakat. Di balik penyajiannya yang sederhana, terdapat nilai sejarah dan pendekatan sosial yang masih dikenal hingga kini.(Sumber: Indonesia Kaya)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....