Asal-usul dan Makna Hari Buku Anak Sedunia
- 26 Mar 2026 22:35 WIB
- Sintang
RRI.CO.ID, Sintang - Setiap tanggal 2 April, dunia memperingati Hari Buku Anak Sedunia atau International Children’s Book Day (ICBD). Tanggal ini dipilih karena bertepatan dengan hari lahir Hans Christian Andersen, penulis ternama asal Denmark yang dikenal melalui berbagai karya dongeng klasik yang telah mendunia.
Peringatan ini pertama kali digagas pada tahun 1967 oleh International Board on Books for Young People dengan dukungan UNESCO. Tujuan utamanya adalah menumbuhkan minat baca sejak usia dini serta menekankan pentingnya buku anak dalam mendukung proses pendidikan dan perkembangan anak.
| Baca juga: Sejarah Hari Lahir Pancasila |
Hari Buku Anak Sedunia bukan sekadar perayaan simbolis, melainkan momentum untuk mengingatkan bahwa buku memiliki peran penting dalam membentuk cara berpikir dan perkembangan emosional anak. Melalui cerita-cerita yang mereka baca, anak-anak tidak hanya belajar mengenali huruf dan kata, tetapi juga memahami berbagai nilai kehidupan seperti keberanian, persahabatan, dan empati.
Selain itu, buku anak berfungsi sebagai jendela dunia yang memperkenalkan beragam budaya, latar belakang, dan sudut pandang. Hal ini membantu anak-anak tumbuh menjadi pribadi yang lebih terbuka, toleran, dan mampu memahami perbedaan.
| Baca juga: Sejarah Awal Perayaan Ulang Tahun di Dunia |
Membaca sejak dini juga terbukti memberikan banyak manfaat bagi perkembangan anak, di antaranya meningkatkan kemampuan kognitif, mengasah imajinasi dan kreativitas, memperkuat kecerdasan emosional, serta mendukung kesehatan mental. Oleh karena itu, Hari Buku Anak Sedunia menjadi pengingat penting bagi semua pihak untuk terus mendukung akses anak-anak terhadap buku berkualitas dan membangun kebiasaan membaca sejak usia dini. (Lin)
Referensi:
https://www.tempo.co/gaya-hidup/asal-usul-peringatan-hari-buku-anak-sedunia-1227038
https://nationaltoday.com/international-childrens-book-day/
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....