“Healing” antara Self-Care atau Sekadar Pelarian?
- 05 Mar 2026 22:45 WIB
- Sintang
RRI.CO.ID, Sintang – Pernah merasa lelah dengan rutinitas, lalu ingin sejenak menjauh untuk menenangkan diri? Di kalangan Gen Z, istilah healing kini semakin sering digunakan untuk menggambarkan upaya mencari ketenangan di tengah tekanan kehidupan sehari-hari.
Budaya healing kerap dimaknai sebagai bentuk self-care atau merawat diri, baik secara fisik maupun mental. Liburan singkat, menikmati waktu sendiri, hingga melakukan hobi favorit dianggap sebagai cara untuk mengisi ulang energi setelah menjalani aktivitas yang padat.
Namun, seiring popularitasnya di media sosial, makna healing kerap bergeser. Tidak sedikit yang mengaitkannya dengan aktivitas konsumtif, seperti perjalanan mahal atau gaya hidup tertentu, sehingga memunculkan anggapan bahwa healing hanya menjadi pelarian sementara dari masalah yang dihadapi.
| Baca juga: Ide Hadiah Ramadan yang Berkesan |
Di sisi lain, tekanan akademik, tuntutan pekerjaan, serta ekspektasi sosial yang tinggi membuat banyak anak muda merasa membutuhkan ruang jeda. Healing menjadi salah satu cara untuk mengurangi stres dan menjaga kesehatan mental agar tetap seimbang.
Meski demikian, penting untuk memahami bahwa self-care tidak selalu harus dilakukan dengan cara yang besar atau mahal. Mengatur waktu istirahat, membatasi penggunaan media sosial, serta membangun komunikasi yang sehat dengan lingkungan sekitar juga merupakan bagian dari proses merawat diri.
Kesadaran akan pentingnya keseimbangan hidup mendorong Gen Z untuk lebih peka terhadap kondisi diri sendiri. Healing yang dilakukan secara bijak dapat membantu memulihkan energi dan fokus, bukan sekadar menghindari tanggung jawab yang ada.
Dengan memahami makna healing secara utuh, diharapkan anak muda dapat menjadikannya sebagai sarana perawatan diri yang sehat. Bukan hanya mengikuti tren, tetapi sebagai langkah sadar untuk menjaga kesehatan mental dan kualitas hidup sehari-hari.
Referensi:
https://kumparan.com/jeanetenicolealicia/budaya-healing-anak-muda-antara-self-care-atau-gaya-hidup-konsumtif-265Iyf1qkRj
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....