Pertamina Tambah Armada Pengangkut BBM ke Timur Kalbar
- 19 Feb 2026 09:38 WIB
- Sintang
RRI.CO.ID, Sintang - Untuk mengantisipasi keterlambatan pengiriman BBM ke wilayah Timur Kalimantan Barat, mulai dari Kabupaten Sanggau, Sekadau, Sintang, Melawi dan Kapuas Hulu, PT Pertamina Patra Niaga menambah armada pengangkut BBM ke wilayah-wilayah tersebut.
Ditemui awak media usai meninjau pengiriman BBM ke Putussibau, Rabu, 18 Februari 2026, Area Manager Communication, Relations & CSR Regional Kalimantan PT Pertamina Patra Niaga, Edi Mangun menyampaikan pendangkalan sungai akibat kemarau memang menghambat pengiriman ke wilayah Timur Kalbar akhir-akhir ini sehingga menyebabkan keterlambatan pengiriman.
Edi juga menjelaskan, pihaknya menyiapkan 70-80 mobil tangki yang mengirim BBM dari IT (Integrated Terminal) Pontianak ke wilayah Sanggau, Sekadau, Melawi dan Kapaus Hulu untuk memastikan tidak ada keterlambatan pengiriman BBM ke wilayah-wilayah tersebut.
"Supai BBM untuk Sanggau, Sekadau, Melawi dan Kapaus Hulu selama ini memang dari Pontianak. Keterlambatan-keterlambatan pengiriman yang akhir-akhir ini terjadi dan menjadi sorotan masyarakat memang karena adanya pendangkalan sungai sehingga kapal pengangkut BBM sulit untuk sandar dan bongkar muat di Fuel Terminal (FT) Sintang. tetapi kami berkomitmen untuk terus mengirim BBM dari Pontianak. Yang pasti, kita sudah mengalihkan beberapa jalur. Misalnya setelah mengantar ke jalur A, dan ada waktu kosong, armada itu kita gunakan untuk memperkuat suplai ke Sintang," jelasnya.
Dikonfirmasi terkait kapan suplai BBM ke Timur Kalbar bisa kembali normal, Edi menjelaskan bahwa kondisi tersebut sangat tergantung dengan alam, namun PT Pertamina Patra Niaga sangat berupaya agar tidak terjadi keterlambatan pengiriman BBM ke wilayah Timur Kalbar. "Kita berharap di perhuluan segera hujan dengan begitu ketinggian sungai segera normal sehingga kita bisa suplai BBM lewat sungai lagi seperti sediakala," harapnya.
Kepada para spekulan yang ingin mengambil keuntungan dari kondisi ini, Edi menyampaikan untuk tidak mengambil hak orang lain dengan cara-cara yang ilegal.
"Ketahanan stok ini sebenarnya kembali lagi kepada apakah kita tertib menggunakan BBM bersubsidi itu. Kalau masing-masing orang menggunakan BBM untuk kepentingan kendaraannya secara normal, saya pikir ketahan stok di Sintang ini tentu tidak akan terganggu. Tetapi kalau ada upaya-upaya lain untuk mengalihkan BBM subsidi ini kemudian dibisniskan kembali saya pikir seberapa banyakpun yang kita drop tentu akan kurang," lanjutnya.
PT Pertamina Patra Niaga berkomitmen untuk menjaga stok agar tetap aman karena menurut Edi itu merupakan tugas pokok Pertamina. (dby)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....