Waspada, Love Scamming Kejahatan Yang Merusak
- 04 Feb 2026 08:03 WIB
- Sintang
RRI.CO.ID, Sintang - Love scaming menjadi ancaman serius di era digital ini. Pelaku memanfaatkan platform online untuk membangun hubungan palsu dengan korban, kemudian meminta uang atau keuntungan lainnya. Mereka sering menggunakan profil palsu dan memanfaatkan emosi korban untuk mendapatkan kepercayaan.
Love scamming adalah penipuan online di mana seseorang berpura-pura memiliki hubungan romantis dengan korban untuk mendapatkan uang atau keuntungan lainnya. Mereka biasanya menggunakan profil palsu di media sosial, aplikasi kencan, atau platform lainnya untuk membangun kepercayaan dengan korban.
Pelaku (scammer) menciptakan hubungan yang tampak tulus dengan korban melalui kata-kata cinta dan perhatian intens. Setelah membuat korban merasa emosional dan percaya, mereka kemudian meminta uang, biasanya dengan alasan darurat seperti biaya perjalanan, pengobatan, atau hadiah. Lalu menghilang begitu saja setelah tujuan finansial tercapai. Walaupun istilah ini untuk di era digital, sebenarnya kalau kita lihat, kasus love scamming ini sudah ada sejak manusia mengenal pacaran dan penipuan. Sebab pada dasarnya, modus ini berakar dari kepura-puraan mencintai seseorang demi keuntungan pribadi.
Ciri- Ciri Love scamming :
1. Terlalu Sempurna
Profil dengan foto-foto yang terlalu indah seperti model, profesi yang sangat mengesankan, dan gaya hidup mewah
2. Bahasa Indonesia yang Kaku atau Berantakan
Seringkali menggunakan aplikasi penerjemah sehingga tata bahasa kurang tepat.
3. Menolak Panggilan Video/Suara
Selalu mencari alasan untuk tidak melakukan panggilan video atau suara, bahkan setelah menjalin hubungan cukup lama.
4. Cepat Mengungkapkan Cinta dan Komitmen
Terlalu cepat mengatakan "Aku cinta kamu" atau membicarakan pernikahan padahal baru kenal.
5. Selalu Memiliki Masalah Mendesak
Terus-menerus menghadapi masalah darurat yang membutuhkan bantuan finansial.
6. Kontak yang terlalu cepat
Mereka menyatakan cinta atau ketertarikan yang kuat dalam waktu singkat.
7. Profil yang tidak jelas
Mereka tidak memiliki foto profil yang jelas atau informasi yang tidak konsisten.
8. Menghindari pertemuan
Mereka selalu memiliki alasan untuk tidak bertemu secara langsung.
9. Meminta uang
Mereka meminta uang untuk keperluan darurat, biaya perjalanan, atau alasan lainnya.
Cara pencegahan:
1. Waspada dengan orang yang terlalu cepat menyatakan cinta.
2. Jangan mengirim uang ke orang yang belum pernah ditemui.
3. Cari informasi tentang orang tersebut di internet.
4. Jangan memberikan informasi pribadi atau keuangan.
5. Gunakan platform yang aman dan memiliki fitur keamanan.
6. Laporkan jika kamu dicurigai menjadi korban.
Apa yang harus dilakukan jika menjadi korban:
1. Laporkan ke pihak berwajib.
2. Laporkan ke platform yang digunakan.
3. Jangan mengirim uang lagi.
4. Cari dukungan dari teman atau keluarga.
Penting untuk selalu waspada dan berhati-hati saat berinteraksi online. Jika anda dicurigai menjadi korban, laporkan ke pihak berwajib atau platform yang digunakan.
Referensi :
diskominfo.lamongankab.go.id
marinews.mahkamahagung.go.id
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....