Keutamaan Malam Nisfu Sya’ban

  • 03 Feb 2026 08:25 WIB
  •  Sintang

RRI.CO.ID, Sintang - Malam Nisfu Sya’ban merupakan salah satu waktu yang mulia dan istimewa dalam agama Islam Pada bulan Sya’ban ini Allah membuka pintu rahmat dan ampunan seluas-luasnya. Sayyid Muhammad bin ‘Alawi Al-Maliki menyatakan bahwa terdapat banyak kemuliaan di malam Nisfu Sya’ban, di antaranya Allah swt akan mengampuni dosa orang yang minta ampunan pada malam itu, mengasihi orang yang minta kasih, menjawab do’a orang yang meminta, melapangkan penderitaan orang susah, dan membebaskan sekelompok orang dari neraka.

Hal ini sesuai dengan hadits Rasulullah saw: Apabila tiba malam Nisfu Sya’ban, maka malaikat berseru menyampaikan dari Allah, “Adakah orang yang memohon ampun maka aku ampuni. Adakah orang yang meminta sesuatu maka aku berikan permintaannya” (HR al-Baihaqi dalam Syu’ab al-Iman).

Ada banyak amalan-amalan sunnah yang dianjurkan untuk dikerjakan oleh kaum muslimin pada malam Nisfu Syaban. Beberapa contohnya seperti membaca doa, membaca surah Yasin, berdzikir, dan sebagainya.

Berikut ini bebarapa keutamaan bulan nifsu sya’ban diantranya:

 

1. Malam Diangkatnya Amalan kepada Allah SWT
Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Nasa'i, Rasulullah SAW menyebutkan bhawa malam Nisfu Syaban adalah malam ketika amal perbuatan diangkat kepada Allah SWT.

Telah mengabarkan kepada kami 'Amr bin 'Ali dari 'Abdurrahman dia berkata; telah menceritakan kepada kami Tsabit bin Qais Abu Al Ghushn dia berkata; telah menceritakan kepadaku Abu Sa'id Al Maqburi dia berkata; telah menceritakan kepadaku Usamah bin Zaid dia berkata; Aku bertanya; "Wahai Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, aku tidak pernah melihat engkau berpuasa dalam satu bulan sebagaimana engkau berpuasa di bulan Sya'ban?" Beliau bersabda: "Itulah bulan yang manusia lalai darinya; -ia bulan yang berada- di antara bulan Rajab dan Ramadhan, yaitu bulan yang di sana berisikan berbagai amal, perbuatan diangkat kepada Rabb semesta alam, aku senang amalku diangkat ketika aku sedang berpuasa." (H.R. Imam Nasa'i No. 2356)1


2. Malam penghapusan dosa (at-Takfir).

Alasan di balik penamaan ini adalah karena pada malam tersebut Allah mengampuni semua dosa-dosa hamba-Nya selama satu tahun, terhitung sejak malam tersebut hingga malam pertengahan bulan Sya’ban selanjutnya. Dalam riwayat Ahmad bin Nadlar melalui jalur Sayyidina Mu’ad bin Jabar, Rasulullah bersabda:

 يَطَّلِعُ اللهُ عَلَى خَلْقِهِ لَيْلَةَ النِّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ فَيَغْفِرُ لِجَمِيْعِ خَلْقِهِ اِلَّا لِمُشْرِكٍ أَوْ مُشَاحِنٍ

Artinya: Allah swt melihat kepada semua makhluk-Nya pada malam pertengahan bulan Sya’ban, maka Dia memberi ampunan pada semua makhluk-Nya kecuali orang musyrik dan orang yang bermusuhan (dengan saudaranya).

3. Malam Penuh Pengampunan
Keutamaan malam Nisfu Syaban yang satu ini disebutkan oleh Rasulullah Muhammad SAW dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi, Imam Ibnu Majah, Imam Ahmad bin Hanbal, dan Imam Hibban.

Berikut bunyi haditsnya:

عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ : فَقَدْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَيْلَةً فَخَرَجْتُ فَإِذَا هُوَ بِالْبَقِيعِ فَقَالَ أَكُنْتِ تَخَافِينَ أَنْ يَحِيَفَ اللَّهُ عَلَيْكِ وَرَسُولُهُ قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنِّي ظَنَنْتُ أَنَّكَ أَتَيْتَ بَعْضَ نِسَائِكَ فَقَالَ إِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ يَنْزِلُ لَيْلَةَ النِّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ إِلَى السَّمَاءِ الدُّنْيَا فَيَغْفِرُ لِأَكْثَرَ مِنْ عَدَدِ شَعْرِ غَنَمٍ كِلَبٍ

Artinya: Dari Sayyidah Aisyah ra beliau berkata : "Aku kehilangan Rasulullah SAW pada suatu malam. Kemudian aku keluar dan aku menemukan beliau di pemakaman Baqi' Al Ghorqod maka beliau bersabda "Apakah engkau khawatir Allah dan Rasulnya akan menyia-nyiakanmu?" Kemudian aku berkata: "Tidak wahai Rasulullah, sungguh aku telah mengira engkau telah mendatangi sebagian isteri-isterimu." Kemudian Rasulullah SAW bersabda "Sesungguhnya Allahh menyeru hambanya di malam Nisfu Sya'ban kemudian mengampuninya dengan pengampunan yang lebih banyak dari bilangan bulu domba Bani Kilab(maksudnya pengampunan yang sangat banyak)."

Keutamaan Nisfu Syaban yang satu ini juga dijelaskan dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Majah. Hadist tersebut menjelaskan bahwa Allah SWT akan mengampuni dosa semua hambanya kecuali orang yang menyekutukan-Nya dan orang munafik.

عن أبي موسى الأشعري رضي الله عنه عن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال: إن الله ليطلع في ليلة النصف من شعبان فيغفر لجميع خلقه إلا لمشرك أو منافق.

Artinya: "Dari Abu Musa Al-asy'ari RA dari Rasulullah SAW, beliau berkata: "Sesungguhnya Allah SWT melihat kepada hambaNya di malam nisfu Sya'ban maka Allah SWT mengampuni semua makhluk-Nya kecuali orang yang menyekutukan Allah atau orang munafik."

4. Malam diterimanya doa (al-Ijabah)

Di antara keistimewaan malam pertengahan bulan Sya’ban adalah diterimanya semua doa yang dipanjatkan oleh hamba-Nya. Hal itu sebagaimana disebutkan dalam sebuah hadits riwayat al-Baihaqi, Rasulullah saw bersabda:

 

 خَمْسُ لَيَالٍ لَا يُرَدُّ فِيْهِنَّ الدُّعَاءُ لَيْلَةُ الْجُمْعَةِ وَأَوَّلُ لَيْلَةٍ مِنْ رَجَبَ وَلَيْلَةُ النِّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ وَلَيْلَتَا الْعِيْدِ

Artinya: (Terdapat) lima malam, di mana doa tidak ditolak di dalamnya, yaitu: malam Jumat, malam pertama dari bulan Rajab, malam pertengahan bulan Sya’ban, dan dua malam hari raya.

 

5. Hari Raya Malaikat
Bukan hanya umat Islam yang memiliki hari dua raya (Hari Raya Idul Fitri dan Idul Adha) yang dirayakan setiap tahunnya, maka para malaikat juga demikian. Hari raya para malaikat yaitu pada malam pertengahan bulan Syaban dan malam Lailatul Qadar.

6. Malam syafaat

Menurut Al-Hafiz Syekh Salim as-Sanhuri, pada malam pertengahan bulan Sya’ban menjadi malam sempurnanya syafaat. Hal itu dimulai sejak tanggal 13 bulan Sya’ban, Rasulullah ditanya perihal syafaatnya yang akan diberikan kepada umatnya, saat itu ia menjawab hanya akan memberikan sepertiga kepada mereka.  Pada malam tanggal 14, ia ditanya kembali perihal syafaat yang akan diberikan pada umatnya, saat itu ia menjawab hanya akan memberikan dua pertiga syafaat kepada mereka. Namun, tepat ketika malam Nisfu Sya’ban ketika pertanyaan itu disampaikan kepada Rasulullah, dengan tegas ia menjawab bahwa syafaatnya akan diberikan semuanya kepada umatnya. Oleh karenanya, malam itu disebut dengan malam sempurnanya syafaat.


7. Malam Pembebasan
Malam Nisfu Syaban juga dikenal dengan nama malam pembebasan. Pada malam itu, Allah mencatat kebebasan bagi hamba-hamba-Nya yang beriman dari neraka. Tidak hanya kepada orang yang beriman yang taat, Allah juga akan memberikan pembebasan kepada orang mukmin yang masih sering melakukan maksiat.


Referensi:

https://www.detik.com/sulsel/berita/d-7210293/10-keutamaan-nisfu-syaban-malam-pengampunan-waktu-dikabulkannya-doa

https://lampung.nu.or.id/syiar/10-keutamaan-malam-nisfu-sya-ban-eYem2

 

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....