Ciri - Ciri Jajanan Tidak Sehat Untuk Anak
- 26 Jan 2026 10:42 WIB
- Sintang
RRI.CO.ID, Sintang - Di masa pertumbuhan, kebutuhan nutrisi dan nafsu makan anak memang sedang tinggi-tingginya. Anak suka jajan sebetulnya enggak masalah, selama frekuensinya enggak berlebihan. Karena kalau berlebihan, bisa timbul risiko kegemukan, hingga obesitas.
Satu sisi, camilan atau jajanan memang bisa membantu menyumbang gizi untuk anak. Di sisi lain, terlalu banyak ngemil bisa membuat anak kurang nafsu makan saat jam makan siang atau makan malam tiba. Meski Si Kecil enggak selalu makan tiga kali sehari, ia tetap bisa terkena obesitas kalau terlalu sering ngemil.
Sudah menjadi hal yang normal jika anak-anak suka jajan makanan di luar. Namun sebagai orangtua, Anda harus bisa memilih jajanan sehat untuk anak dan membatasi atau bahkan menghindari yang tidak sehat. Ketahui jajanan apa saja yang tidak sehat dan sebaiknya tidak boleh dikonsumsi untuk anak di bawah ini.
Berwarna mencolok
Makanan dengan warna yang terlalu mencolok bisa menandakan adanya kandungan pewarna yang berbahaya. Biasanya, warna yang mencolok ini berasal dari pewarna makanan sintetis yang beberapa di antaranya tidak aman untuk dikonsumsi.
Memiliki rasa yang tajam, seperti terlalu asin, manis, atau asam
Perisa buatan sering digunakan untuk membuat rasa makanan menjadi lebih kuat.
Ini terutama dalam jajanan yang biasanya dimakan untuk dinikmati rasanya, bukan untuk mengenyangkan perut.
Padahal, banyak perasa buatan makanan yang mengandung bahan-bahan yang tidak sehat untuk tubuh.
Studi menunjukkan pemanis buatan, seperti aspartam, acesulfame potassium, dan sucralose, diduga bisa meningkatkan risiko stroke, serangan jantung, dan gangguan pembuluh darah lainnya.
Mempunyai aroma yang tidak enak
Selain membuat makanan terlihat menarik, pewarna sintetis juga sering digunakan untuk menutupi warna makanan yang kerap berubah dari hasil pengolahan dan penyimpanan.
Dengan begitu, makanan yang mungkin sudah tidak layak makan bisa tetap terlihat segar dan menarik.
Untuk menghindari jajanan yang tidak sehat tersebut, Anda bisa mengenalinya dari aromanya, seperti bau tengik atau asam.
Pewarna sintetis bisa mengubah warna makanan, tetapi umumnya tidak bisa mengubah aroma asli makanan.
Memiliki tekstur yang terlalu kenyal
Makanan yang terlalu kenyal bisa dicurigai mengandung asam borat (boraks).
Untuk membuat makanan, bahan ini sering disalahgunakan sebagai pengeras, pengenyal, dan juga pengawet.
Padahal, boraks merupakan zat berbahaya dan bersifat racun bila tertelan. Zat ini diketahui bisa menimbulkan kerusakan pada susunan saraf pusat, hati, dan ginjal.
Untuk lebih memahami apa saja jajanan yang tidak sehat untuk anak, berikut beberapa contoh makanannya.
Jeli buah
Meski memiliki rasa buah-buahan, sebagian besar jeli jenis ini tidak mengandung buah asli sebagai perasa, melainkan menggunakan perisa buatan.
Sayangnya, perisa buatan mengandung kadar gula yang tinggi, tetapi tidak menambah nutrisi apa pun. Ini membuat makan makanan manis ini tidak menyehatkan.
Meski ada juga jeli yang diklaim mengandung buah asli, tetapi biasanya hanya mengandung bubur buah, bukan buah asli.
| Baca juga: Tips Memilih Hewan Qurban yang Layak |
Sereal
Sereal umumnya dipasarkan sebagai makanan sarapan untuk anak-anak dengan warna, rasa, dan bentuk yang unik agar lebih menarik.
Meski demikian, sereal termasuk jenis makanan atau jajanan yang tidak sehat untuk anak balita karena mengandung kadar gula yang tinggi.
Sosis
Makanan olahan daging lainnya, seperti sosis untuk anak, termasuk jajanan anak yang sebaiknya tidak boleh dikonsumsi.
Namun sayangnya, sosis kini semakin sering dikonsumsi oleh anak-anak, baik sebagai jajanan atau camilan maupun lauk pendamping nasi.
Mie instan
Mie instan diketahui mengandung MSG atau penyedap rasa yang tidak sehat untuk dikonsumsi oleh anak.
Penyedap rasa dalam mie instan mengandung kadar natrium yang tinggi. Bahkan kadar dalam satu porsinya disebut cukup untuk memenuhi kebutuhan asupan natrium harian si Kecil.
Selain itu, mie instan dilapisi zat kimia dan pengawet untuk membuatnya tahan lama, sedangkan kandungan nutrisi di dalamnya sangat rendah.
| Baca juga: Manfaat Menguatkan Hubungan Ayah dan Anak |
Yoghurt rasa
Yoghurt sebenarnya merupakan makanan yang sehat jika terbuat dari bahan-bahan alami.
Namun jika sudah ditambah dengan perisa untuk menambah rasa, yoghurt bisa menjadi minuman yang tidak sehat karena mengandung kadar gula yang tinggi dan zat kimia buatan.
Kentang goreng
Kentang goreng diketahui sebagai jenis makanan yang paling sering dikonsumsi oleh anak balita.
Sayangnya, kentang goreng yang dijual di restoran cepat saji termasuk jajanan yang tidak sehat untuk anak karena mengandung kadar garam yang tinggi.
Agar lebih sehat, Anda bisa membuat kentang goreng sendiri di rumah dengan bumbu atau garam yang lebih sedikit untuk anak Anda.
Keripik kentang
Selain kentang goreng, keripik kentang juga menjadi jenis jajanan dari kentang yang tidak sehat untuk anak.
Keripik kentang mengandung kadar lemak jenuh dan natrium yang tinggi.
Meski terlihat lezat, Anda harus bisa membatasi konsumsi keripik kentang untuk anak.
Sumber : https://www.halodoc.com/artikel/6-cara-mengatasi-anak-yang-suka-jajan?srsltid=AfmBOoq3ZvOOEXDQLnLJyU5vEQBOW1MWWZGSpTI6geTI2KgapbpYpZsC , https://hellosehat.com/parenting/anak-6-sampai-9-tahun/gizi-anak/jajanan-tidak-sehat/
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....