Faktor Utama Penyebab Banjir, Manusia atau Alam

  • 09 Jan 2026 09:05 WIB
  •  Sintang

KBRN, Sintang : Banjir bisa disebabkan oleh kombinasi faktor, termasuk hujan ekstrem dan ulah manusia. Curah hujan yang tinggi dan intens dapat menyebabkan banjir karena tanah tidak dapat menyerap air dengan cepat. Penebangan hutan dan perubahan kawasan resapan air menjadi area permukiman atau industri memang merupakan salah satu penyebab utama banjir dan penurunan muka tanah. Hutan yang seharusnya menyerap dan menahan air hujan kini digantikan oleh bangunan keras yang menyebabkan air mengalir langsung ke permukaan.

Kegiatan manusia seperti penyedotan air tanah secara berlebihan juga menyebabkan tanah di wilayah pesisir perlahan-lahan tenggelam. Hal ini dapat meningkatkan risiko rob dan banjir di daerah pesisir. Ditambah lagi dengan pengelolaan sampah yang buruk, yang tidak dibuang dengan benar dapat menyumbat saluran air dan menyebabkan banjir.

Faktor utama penyebab banjir dapat dibagi menjadi dua kategori yaitu faktor alam dan faktor manusia.

Faktor Alam:

1. Hujan Ekstrem

Curah hujan yang tinggi dan intens dapat menyebabkan banjir karena tanah tidak dapat menyerap air dengan cepat.

2. Topografi

Daerah yang terletak di lembah atau dataran rendah lebih rentan terhadap banjir karena air dapat mengalir ke daerah tersebut dengan mudah.

3. Sungai dan Saluran Air

Sungai dan saluran air yang tidak dapat menampung air yang berlebihan dapat menyebabkan banjir.

4. Pasang Surut

Pasang surut air laut dapat menyebabkan banjir di daerah pesisir.

Faktor Manusia:

1. Deforestasi dan Perubahan Lahan

Penghancuran hutan dan perubahan lahan dapat meningkatkan risiko banjir karena tanah menjadi lebih rentan terhadap erosi.

2. Pembangunan Infrastruktur yang Tidak Tepat

Pembangunan bangunan dan infrastruktur yang tidak mempertimbangkan aspek lingkungan dapat menyebabkan banjir.

3. Pengelolaan Sampah yang Buruk

Sampah yang tidak dibuang dengan benar dapat menyumbat saluran air dan menyebabkan banjir.

4. Perubahan Iklim

Perubahan iklim dapat menyebabkan peningkatan frekuensi dan intensitas hujan ekstrem, sehingga meningkatkan risiko banjir.

5. Penggunaan Lahan yang Tidak Tepat

6. Penggunaan lahan yang tidak tepat, seperti pembangunan di daerah rawan banjir, dapat meningkatkan risiko banjir.

7. Kepadatan Penduduk

Kepadatan penduduk yang tinggi dapat meningkatkan risiko banjir karena lebih banyak orang dan properti yang terancam.

Beberapa solusi yang dapat dilakukan untuk mengurangi risiko banjir

1. Pengelolaan Lahan yang Baik

- Melakukan reboisasi dan penghijauan untuk meningkatkan kemampuan tanah menyerap air.

- Mengimplementasikan praktik pertanian yang ramah lingkungan.

2. Pembangunan Infrastruktur yang Tepat

- Membangun bangunan dan infrastruktur yang mempertimbangkan aspek lingkungan.

- Mengembangkan sistem drainase yang efektif untuk mengurangi risiko banjir.

3. Pengelolaan Sampah yang Baik

- Membuang sampah dengan benar dan tidak membuang sampah ke saluran air.

- Mengimplementasikan program pengelolaan sampah yang efektif.

4. Peningkatan Kesadaran Masyarakat

- Meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pengelolaan lingkungan dan pencegahan banjir.

- Mengadakan pelatihan dan workshop untuk meningkatkan kemampuan masyarakat dalam menghadapi banjir.

5. Pengembangan Sistem Peringatan Dini

- Mengembangkan sistem peringatan dini untuk mengurangi risiko banjir.

- Meningkatkan kemampuan masyarakat dalam menghadapi banjir dengan menyediakan informasi yang akurat dan tepat waktu.

Banjir adalah peristiwa yang sangat umum terjadi dan dapat memiliki dampak yang signifikan terhadap masyarakat dan lingkungan. Curah hujan yang tinggi, meluapnya sungai, dan sistem drainase yang buruk, memang merupakan penyebab utama banjir. Selain itu, faktor-faktor lain seperti perubahan iklim, deforestasi, dan pembangunan infrastruktur yang tidak tepat juga dapat memperburuk situasi.

Daerah yang rendah, padat bangunan, dan minim ruang terbuka hijau memang lebih rentan terhadap banjir karena tidak ada ruang untuk menyerap air hujan. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk memperhatikan aspek lingkungan dan perencanaan tata ruang dalam pembangunan infrastruktur.

Saatnya kita bergerak bersama menjaga bumi dari air yang berlebih. Karena air yang seharusnya menjadi sumber kehidupan, bisa berubah menjadi bencana jika tidak kita kelola dengan bijak.

Referensi :

https://kms.bmkg.go.id/2025/11/banjir-rob-dan-genangan-penyebab-dampak-dan-upaya-penanggulangan/

https://wri-indonesia.org/id/wawasan/3-faktor-utama-penyebab-banjir-di-indonesia-dan-bagaimana-mencegahnya

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....