Kontroversi Sudut Pandang Universitas Republik Indonesia (URI)
- 04 Agt 2026 10:17 WIB
- Sintang
RRI.CO.ID, Sintang - Universitas Republik Indonesia adalah lembaga pendidikan baru yang dibentuk oleh Presiden Prabowo Subianto untuk mengintegrasikan pendidikan kepemimpinan dan menyiapkan calon pejabat pemerintahan serta pegawai BUMN. Pada 22 Juli 2026, Presiden melantik Donny Ermawan sebagai Gubernur URI dan Yos Sunitiyoso sebagai Wakil Gubernur. Dan tentunya banyak tanda tanya terkait perihal URI ini, tidak hanya masyarakat umum dan aktivis namun juga banyak para pakar akademisi pendidikan juga memperdebatkan perihal pendirian URI tersebut. Kembali Forum Guru Besar dan Doktor Insan Cita menggelar webinar mingguan dengan topik "Kontroversi Universitas Republik Indonesia" melalui platform zoom dan youtube pada hari Senin, 3 Agustus 2026. Kegiatan webinar ini diikuti oleh para akademisi, tokoh masyarakat, serta aktivis guna membedah arah kebijakan pemerintah, mengkaji isu- isu strategis nasional maupun global secara kritis, serta merumuskan rekomendasi objektif dari sudut pandang akademis.
Webinar yang dimulai pada pukul 19.30 WIB tersebut menghadirkan beberapa pakar narasumber utama diantaranya adalah Bapak Dahlan Iskan (mantan Direktur Utama surat kabar Jawa Pos dan Jawa Pos Group, Mantan Direktur Utama Perusahaan Listrik Negara 2009-2011, Mantan Menteri Badan Usaha Milik Negara Indonesia 2011-2014), Prof. Dr. Achmad Nurmandi M. Sc (Rektor Universitas Muhammadiyah Yogyakarta), Prof. Dr. Dwi Cahyono M.Si.Akt. (Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Jember), Prof. Hikmahanto Juwana, SH., LL.M., Ph.D.(Guru Besar di Fakultas Hukum Universitas Indonesia dan mantan rektor Universitas Jenderal Achmad Yani sejak 17 April 2020 hingga 10 April 2025), Prof. Dr. Rochmat Wahab, M.Pd.,MA.(mantan Rektor Universitas Negeri Yogyakarta untuk periode 2009-2017, Ketua Tanfidliyah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama DIY masa bakti 2011-2016). Webinar ini dimoderatori oleh Prof. Asna Husin (Profesor Filsafat Pendidikan bagi Fakultas Tarbiyah dan Keguruan, Univeristas Islam Negeri Ar-Raniry, Darussalam, Banda Aceh) dan Host oleh Kang Jana Tea.
Dalam pengantar webinar tersebut Dahlan Iskan menyoroti kemunculan Universitas Republik Indonesia (URI) yang cukup mengagetkan publik serta kalangan DPR karena tidak melalui wacana atau proses sosialisasi yang panjang. Menurut Dahlan Iskan Kehadiran URI dan pelantikan pejabatnya sempat luput dari perhatian publik luas, termasuk para akademisi dan Komisi X DPR RI. Sehingga DPR menyoroti pentingnya kejelasan dasar hukum, tata kelola, dan sumber pendanaan transparan untuk institusi baru tersebut agar tidak tumpang tindih dalam ekosistem pendidikan tinggi nasional.
Acara kemudian dilanjutkan dengan pemaparan dari presepsi perbagai sudut pandang oleh narasumber yang kompeten dalam keterkaitannya mengenai adanya Universitas Republik Indonesia dan juga dilanjutkan dengan sesi tanya jawab interaktif baik langsung melalui raise hand ataupun juga melalui chat pada kolom komentar di zoom tersebut. Webinar lalu ditutup pada pukul 22.30 WIB dengan closing statement dari narasumber di dalam pandangannya untuk sebisanya ditinjau ulang kembali dan untuk menunggu perihal regulasi peraturan perundang-undangan dan konsistensi daripada Universitas Republik Indonesia dengan universitas lainnya yang ada di Indonesia.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....